RADAR SURABAYA BISNIS - Momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) membuat okupansi hotel di Jatim mengalami peningkatan.
Jika biasanya rata-rata okupansi hotel di Jatim sekitar 50 persen hingga 60 persen, namun kali ini okupansinya mencapai 80 persen.
Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono kepada Radar Surabaya, Jumat (27/12/2024).
Menurutnya kenaikan okupansi hotel ini pada daerah yang memiliki destinasi wisata. Sementara untuk hotel di Surabaya, okupansinya masih di kisaran 65 persen.
"Liburan kali ini sangat luar biasa okupansinya. Misalnya seperti Malang, Kota Baru dan Pasuruan okupansinya mencapai 80-90 persen," katanya.
Dia mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab tidak naiknya okupansi hotel di Surabaya.
Namun menurutnya, okupansi hotel akan kembali naik sekitar 90 persen pada 30 -31 Desember. "Tanggal tersebut biasanya masyarakat ingin merayakan tahun baru di luar kota," jelasnya.
Dwi menambahkan untuk mendongkrak okupansi, pihak hotel juga juga telah melakukan beberapa strategi saat libur Nataru. Seperti dengan membuat berbagai event dan promo spesial.
"Ada beberapa event yang disiapkan, kegiatan liburan dan Nataru. Terutama yang punya aktivitas Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE), hotel membuat event tahun baru," jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Evy Afianasari mengatakan pada Nataru kali ini jumlah wisatawan diprediksi bertambah.
"Diperkirakan akan ada 9 juta wisatawan yang berkunjung ke wilayah Jatim," katanya.
"Tujuannya beragam, seperti Jatim Park, Bromo, Kawah Ijen, Telaga Sarangan dan Kebun Binatang Surabaya. Puncak liburan terjadi pada 25 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa