Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Program Desa Berdaya Lahirkan 432 Ikon Wisata Desa Baru di Jatim

Mus Purmadani • Selasa, 26 November 2024 | 03:57 WIB
INDAH: Sejak 2021 hingga November 2024, telah muncul 432 ikon wisata desa baru di 29 kabupaten dan satu kota di Jawa Timur melalui Program Desa Berdaya.
INDAH: Sejak 2021 hingga November 2024, telah muncul 432 ikon wisata desa baru di 29 kabupaten dan satu kota di Jawa Timur melalui Program Desa Berdaya.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur Budi Sarwoto mengatakan sejak 2021 hingga November 2024, telah muncul 432 ikon wisata desa baru di 29 kabupaten dan satu kota di Jawa Timur melalui Program Desa Berdaya.

Menurutnya munculnya ikon wisata baru itu akan ikut berkontribusi memacu geliat pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

“Sejak 2021 hingga 2024, Pemprov Jatim melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menganggarkan Rp 43,2 miliar melalui skema bantuan keuangan khusus (BKK) kepada 432 desa. Rinciannya pada 2021 sebesar Rp 15,1 miliar untuk 151 desa, pada 2022 sebesar Rp 13,2 miliar untuk 132 desa, pada 2023 sebesar Rp 7,9 miliar untuk 79 desa, dan pada 2024 sebanyak Rp 7 miliar untuk 70 desa,” jelasnya, Senin (25/11)

Budi menambahkan ada lima syarat desa mendapatkan program Desa Berdaya, pertama usulan kepala daerah, berstatus Indeks Desa membangun (IDM) Desa Mandiri, memiliki Bumdesa dan usaha, dan belum pernah mendapatkan alokasi BKK program yang sama.

“Program Desa Berdaya adalah program yang didesain untuk meningkatkan dan memperkuat jejaring perekonomian desa dengan pengembangan desa tematik melalui ekonomi kreatif, inovatif dan produktif berbasis Bumdesa dalam rangka mempertegas legalisasi status desa mandiri dengan mengoptimalkan potensi dan sumberdaya desa,” katanya.

Selain itu, lanjut Budi, juga bertujuan menumbuhkan inovasi produk berbentuk barang atau jasa berbasis potensi dan sumber daya yang dimiliki secara kreatif dan berkelanjutan sehingga mampu menggerakkan perekonomian desa, memunculkan produk ikonik desa yang khas berbasis inovasi yang dikuatkan melakui branding ekonomi.

“Selanjutnya juga mengoptimalkan penggunaan dana desa, serta untuk menciptakan praktik keteladanan (best practices) sehingga mampu menginspirasi desa-desa lain,” ujarnya.

Sementara itu, Desa Mandiri di Jawa Timur menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan jumlah mencapai 4.019 desa berdasarkan Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Nomor: 400 Tahun 2024.

Jumlah desa mandiri di provinsi Jatim yang di tahun 2023 sebanyak 2.800.

Jumlah ini meningkat sebanyak 43,54 persen atau naik sebanyak 1.219 desa di tahun 2024 menjadi 4.019 desa.

Peningkatan Desa Mandiri yang signifikan ini, berkontribusi positif pada penurunan kemiskinan di Jatim hingga tembus satu digit yaitu 9,79 persen per Maret 2024.

Lebih lanjut Budi mengatakan di bawah Jatim, ada Provinsi Jawa Barat di urutan kedua sebanyak 2.448 desa mandiri.

Disusul Jawa Tengah 1.528 Desa Mandiri, Kalimantan Barat dengan 1.079 desa mandiri, dan Riau di urutan keempat dengan 853 desa mandiri.

“Dengan demikian, Jatim menjadi penyumbang desa mandiri terbanyak dibandingkan provinsi lainnya. Dan Alhamdulillah selalu konsisten menjadi yang tertinggi desa mandirinya,” ujarnya.

Komitmen mewujudkan desa mandiri juga dipengaruhi dua Kabupaten, yakni Malang dan Mojokerto yang sukses meraih Penghargaan Percepatan Pembangunan Desa Tahun 2024 Tingkat Utama.

“Penghargaan ini disampaikan oleh Menteri Desa PDTT karena 378 Desa di Kabupaten Malang seluruhnya merupakan Desa Mandiri, begitu pula 299 Desa di Kabupaten Mojokerto seluruhnya katergori mandiri. Sebelumnya Kota Batu, 19 desa seluruhnya telah mandiri sejak 2021,” pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#provinsi jatim #pemberdayaan masyarakat #anggaran desa #inovasi #desa mandiri #ikon wisata #desa wisata