Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Siap Kembangkan Lagi Kawasan Kota Lama, Fokus pada Wisata dan Ekonomi Kreatif

Dimas Mahendra • Rabu, 13 November 2024 | 17:40 WIB

 

MEGAH: Gedung berasitektur Belanda di Zona Eropa Kawasan wisata Kota Lama Surabaya menjadi ikon wisata yang bisa dikembangkan secara ekonomi.
MEGAH: Gedung berasitektur Belanda di Zona Eropa Kawasan wisata Kota Lama Surabaya menjadi ikon wisata yang bisa dikembangkan secara ekonomi.

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kawasan wisata Kota Lama.

Hal ini disampaikan setelah pemkot usai menerima desain pengembangan kawasan Kota Lama dari Konsorsium II Program Kota Masa Depan UK PACT (Partnering for Accelerated Climate Transition).

Desain tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan bersejarah ini dengan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Desain yang diserahkan mencakup dua pendekatan utama, yakni pada tingkat makro dan mikro.

Pada tingkat makro, desain menghubungkan empat sub-kawasan utama yang meliputi Zona Eropa, Ampel, Pecinan, serta Jembatan Merah/Kalimas (kawasan niaga) melalui jaringan mobilitas aktif, seperti jalur pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor, serta aktivasi koridor sungai.

Sementara itu, pada tingkat mikro, pengembangan akan difokuskan pada tiga koridor prioritas yang diharapkan menjadi katalisator bagi ekonomi kreatif, sosial, serta pelestarian budaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyambut baik desain yang disampaikan oleh konsorsium tersebut.

Menurutnya, konsep ini sejalan dengan upaya Pemkot Surabaya dalam meningkatkan potensi kawasan Kota Lama melalui revitalisasi bangunan bersejarah dan optimalisasi kegiatan ekonomi serta pariwisata.

“Kami berharap desain ini menjadi panduan untuk pembangunan berkelanjutan yang lebih kuat bagi Kota Surabaya, yang melibatkan warga dan mempertimbangkan kebutuhan semua kalangan,” kata Irvan.

Irvan menjelaskan lebih lanjut mengenai tiga koridor yang direkomendasikan sebagai fokus pengembangan.

Pertama ada Koridor Jalan Kasuari. Pada koridor ini akan dikembangkan menjadi Mixed Used Creative Compound yang mendukung usaha kreatif dan kerajinan tangan.

Kawasan ini diharapkan dapat menjadi pusat kolaborasi, inovasi, dan pelestarian sejarah.

Lalu ada koridor Jalan Panggung yang akan menghubungkan Pasar Pabean dan Sungai Kalimas. Kawasan ini dirancang sebagai destinasi wisata kuliner.

Pemanfaatan bangunan gudang bersejarah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan masyarakat lokal.

Kemudian yang terakhir adalah koridor Jalan Karet di Zona Pecinan yang akan difokuskan sebagai pusat tekstil dan garmen dengan konsep ruang publik yang nyaman.

Area ini diharapkan dapat memperkuat identitas Pecinan sebagai pusat budaya dan sejarah peranakan.

Selain itu, desain tersebut juga mendorong peningkatan integrasi transportasi umum, termasuk rute Suroboyo Bus dan Feeder Wira Wiri, demi memastikan aksesibilitas yang lebih baik dan inklusif bagi seluruh warga.

“Desain ini mendorong peningkatan integrasi transportasi umum guna memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi semua kalangan,” ujarnya.

Langkah pengembangan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan Kota Surabaya dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan urbanisasi.

Pemkot Surabaya optimistis bahwa dengan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, kawasan Kota Lama akan menjadi ikon baru kota yang ramah lingkungan dan inklusif. (dim/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#revitalisasi #destinasi wisata di surabaya #zona Eropa #pemkot surabaya #wisata kota lama surabaya #bangunan sejarah