SURABAYA - Tahun depan, Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian bakal berpindah ke daerah Surabaya Barat.
Lokasi baru itu tepatnya ada di sekitar daerah Tambak Oso Wilangun.
Saat ini, RPH tersebut tengah dalam proses pembangunan hingga akhir tahun nanti.
Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian mengungkapkan, proses pembangunan RPH di Surabaya Barat sudah mencapai angka 70 persen.
Rencananya, proses relokasi dari Pegirian ke Tambak Oso Wilangun itu akan berlangsung pada triwulan ke dua tahun depan.
"Triwulan pertama tahun 2025 uji coba dan melengkapi kebutuhan sarpras (sarana prasarana, Red) RPH dulu. Jadi kemungkinan tidak di awal, tapi kemungkinan di triwulan kedua relokasinya," kata Iman pada Radar Surabaya, Selasa (29/10).
Dia menyampaikan, nantinya semua kegiatan pemotongan sapi sepenuhnya akan berada di Tambak Oso Wilangun.
Hanya saja, selama proses uji coba dan penyiapan sarpras itu, RPH yang ada di Pegirian akan tetap beroperasi seperti biasa.
"Bekas RPH akan digunakan untuk aktivitas penunjang wisata religi, misal museum religi, area istirahat, penginapan, area pertemuan atau convention hall. Jadi digunakan untuk yang berkaitan dengan religi misal bimbingan agama, pengajian dan lain sebagainya," urainya.
Selain itu, untuk wilayah kandang sapi pun menurut dia juga akan dialihfungsikan.
Area kandang sapi itu menurut dia akan dialihfungsikan menjadi kantor kecamatan dan kelurahan untuk pelayanan masyarakat.
Semua itu akan dimaksimalkan pada tahun 2025 mendatang.
"Cuma nanti akan tetap ada pasar daging dan area distribusi daging dari PD RPH di sana. Pasar daging Arimbi itu akan tetap dipertahanakan sebagai area distribusi daging," ujarnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa