SURABAYA - Ditengah kesibukannya sebagai dokter spesialis bidang spesialis bidang assisted reproductive technology (ART), atau teknologi bayi tabung, dr. Aucky Hinting, Ph.D., Sp.And(K) masih menyempatkan waktu untuk menorehkan hobinya melukis.
Dan karya itu kini bisa dinikmati di Aucky Hinting Art House (AHAH) di Rumah Sakit Ferina Surabaya.
Menurut dr Aucky Hinting, waktunya memang banyak dihabiskan dalam dunia kedokteran.
Namun begitu, pria ramah ini juga masih menempatkan diri untuk mengajar di FK Unair Surabaya, menulis buku dan juga melukis.
“Waku di Belgia dan Paris saya sering lihat Lukisan. Saya lihat goresan-goresannya kok bagus. Ada satu karya lukisan yang saya tertarik dan mau saya beli. Namun tidak dijual. Maka sejak tahun 2007 saya mulai belajar melukis,” kata dr. Aucky saat pembukaan AHAH, Kamis (10/10).
Dia mengaku karya lukisan yang dihasilkan merupakan ekspresi dari hobinya dan ilmu kedokteran yang didalami selama ini.
Maka tidak heran karya lukisannya banyak bercerita tentang balapan mobil Formula One (F1) dan Moto GP yang merupakan hobi beratnya sejak tahun 2002. Itu terlihat dalam etalase F1.
Selain itu juga bercerita tentang proses terbentuknya bayi dari bertemunya berjuta-juta spermatozoa dengan sel telur.
Namun hanya sperma terbaik yang berhasil bertemu dengan satu sel telur. Sehingga terbetuk embrio, janin dan lahirlah bayi.
“Jadi kita semua adalah superstar bagi orangtua kita. Betapa mudahnya bila sudah dikehendaki yang diatas (Tuhan). Namun bila belum bertemu, betapa susahnya dan harus melalui proses bayi tabung yang rumit melibatkan banyak dokter dan juga teknologi,” ujarnya.
Sebab itu, melalui pameran Tunggal di AHAH RS Ferina ini dia berharap agar masyarakat tahu bahwa proses reproduksi manusia itu sangat sulit.
Bayangkan, mempertemukan jutaan sperma diluar tubuh dan sperma harus yang terbaik.
Seluruh kesulitan proses reproduksi itu diatasi oleh laboratorium andrologi, urologi, embriologi, ginekologi dan genetika oleh satu tim, dalam hal ini satu scuderia.
Dengan mengetahui proses reproduksi oleh spermatozoa dan melihat kesulitan menjadi number one pada lomba F1 maupun MotoGP maka karya seni ini dijuluki Number One Is The Best.
“Kita juga bisa menyadari bahwa betapa kecilnya kita, tapi kalau terhalangi harus melakukan sesuatu yang besar, salah satunya melalui bayi tabung," imbuh dr Aucky.
Dia mengaku ide untuk membuat lukisan cukup banyak.
Namun karena keterbatasan waktu praktek semimggu empat kali dan juga mengajar, maka untuk menyelesaikan lukisan perlu waktu lama.
Misalnya, lukisan ukuran 3 x 6 meter terpaksa diselesaikan hampir tiga tahun.
Bahkan dia sempat terjatuh saat melukis. Demikian juga saat menyelesaikan seni instalasi dari botol, dr Aucky dibantu temanya dari Jogjakarta.
Itupun juga memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Namun begitu dia mengaku cukup puas bisa mengekspresikan ide-idenya lewat karya seni.
“Ideanya banyak namun susah cari waktunya. Makanya perlu waktu lama untuk menyelesaikan lukisan ini. Nanti kami rencana ada kolaborasi lagi untuk pameran di Surabaya,” katanya.
Terkait Aucky Hinting Art House (AHAH), dia mengaku, pameran tunggal ini dilakukan hingga tanggal 13 Oktober 2024.
Setelah itu AHAH akan terbuka untuk umum pada hari Rabu dan Jumat.
Buka pukul 13.00 – 16.00 WIB. Tidak dipungut biaya. Namun harus daftar dulu di WA 0811300770.
Dokter Aucky lulus fakultas kedokteran pada tahun 1979, mengambil spesialisasi Andrologi dan gelar doktor di bidang ART (assisted reproductive technology atau teknologi reproduksi berbantu).
Sejak mengambil ART di Belgia tahun 1986-1989 mulai aktif mengunjungi museum dan mulai melukis pada tahun 2007.
Melakukan pameran tunggal sebanyak 3 kali di Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta tahun 2011, 2012 dan 2015. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa