SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Untuk mendorong pariwisata di kota Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memang tengah serius mengembangkan destinasi wisata Kota Lama.
Setelah direvitalisasi serta dilakukan penambahan sarana dan prasarana, wisata kawasan Kota Lama ini sebentar lagi bakal di-launching.
Objek wisata yang mempamerkan keindahan Surabaya tempo dulu itu bakal di-launching pada tanggal 23 Juni mendatang.
Sejumlah penataan dilakukan termasuk menata utilitas udara dimasukkan ke saluran bawah tanah.
Sejumlah area sudah tuntas dimasukkan ke bawah tanah. Sebutlah di kawasan Jalan Rajawali yang menjadi zona eropa, utilitas udara di sana sudah bersih.
Hal ini membuat pengunjung merasa ada di luar negeri dengan penguatan bangunan cagar budaya era kolonial.
Saat ini, penataan ini berlanjut ke kawasan pecinan Kembang Jepun.
Sejumlah kabel provider beberapa waktu lalu ditertibkan oleh pemkot.
Tinggal menyisakan kabel-kabel listrik saja. Penataan semacam ini rencananya akan jadi pilot project untuk penataan kabel-kabel udara ke depannya.
"Jadi semuanya (kota lama) kita turunkan. Nanti kita akan bergerak bersama dengan PLN. Semoga kalau ini sudah berjalan, Kya-kya jalan, nanti insyaallah pusat-pusat Jalan Darmo juga bisa kita turunkan," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Di sisi lain, Kabid Jembatan dan Jalan DSDABM Surabaya, Adi Gunita menyampaikan, pemkot memang berencana melakukan penataan terhadap kabel udara ini.
Hal ini menurut dia untuk menonjolkan sisi estetika penataan kota lama. Beberapa waktu lalu juga dinas dibantu Satpol PP juga telah menertibkan sejumlah kabel-kabel provider di area pecinan.
"Iya semua kabel udara harus masuk. Baik itu kabel provider ataupun kabel milik PLN," ucap Adi Gunita.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, Pemkot Surabaya saat ini juga konsen terhadap penataan aksesibilitas transportasi publik.
Tujuannya adalah untuk memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke Kota Lama Surabaya.
Pemkot menurut dia punya tiga moda transportasi publik yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan aktivitas sehari-hari.
Transportasi publik tersebut adalah Suroboyo Bus, Trans Semanggi Suroboyo, dan Feeder Wira-Wira Suroboyo.
Transportasi yang melintas di area Kota Lama baru Suroboyo Bus. Sedangkan Trans Semanggi dan Wira Wiri tidak.
Namun, Irvan menegaskan, masyarakat dapat menggunakan Feeder Bus Wira-Wiri atau Trans Semanggi Suroboyo yang melewati kawasan rumah atau posisi mereka berada, dan melanjutkannya dengan menggunakan moda transportasi lainnya untuk menuju ke zona Eropa di Kota Lama Surabaya.
“Dengan adanya aksesibilitas ini para wisatawan yang berkunjung di Kota Lama Surabaya dapat dengan mudah untuk berkeliling menikmati bangunan bersejarah yang unik dan berkesan ini,” ujarnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari