Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Lembut dan Gurihnya Rawon Bebek ala Ciputra World Hotel Surabaya

Rahmat Sudrajat • Kamis, 16 Mei 2024 | 14:05 WIB
OTENTIK: Kaylee Melino menyantap sajian Bebek Hitam yang menggunakan bumbu rawon di Ciputra World Hotel Surabaya, Rabu (15/5).
OTENTIK: Kaylee Melino menyantap sajian Bebek Hitam yang menggunakan bumbu rawon di Ciputra World Hotel Surabaya, Rabu (15/5).

RADAR SURABAYA BISNIS – Bebek goreng, bebek sambal terasi, bebek bumbu pedas, itu sudah menjadi menu makanan yang sering dijumpai.

Lalu bagaimana jika bebek bumbu rawon?. Itulah menu berbeda yang ditawarkan Ciputra World Hotel Surabaya.

Jika biasanya menggunakan daging, makanan khas Jawa Timur itu dikreasikan menggunakan bebek oleh chef Ciputra World Hotel Surabaya.

Nah, bebek yang digunakan bukan bebek goreng, melainkan bebek yang sudah di oven. Sehingga warna dan keempukan pada bebek tersebut lebih terasa. 

Rawonnya menjadi saos dalam bebek tersebut, dengan keotentikan rasa yang gurih terasa cocok sekali dengan lidah orang Surabaya atau Jawa Timur.

Menurut Executive Chef The Gallery Restaurant, Ciputra World Hotel Surabaya, Dale Darryl Laoh, dirinya tertantang membuat menu nusantara karena kaya akan rasa dan budaya.

Apalagi menjelang Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731, ia mencoba membuat rawon yang menjadi menu andalan khas Surabaya untuk dikombinasikan dengan bebek yang juga menjadi menu andalan yang gemar di konsumsi oleh pecinta kuliner.

"Saya pernah coba bebek dengan bumbu lainnya selain rawon, tapi kok kurang masuk. Akhirnya saya pilih rawon sebagai saus dari bebek, ternyata hasilnya luar biasa. Apalagi Surabaya juga mau ulang tahun jadi pas banget," kata chef Dale, Rabu (15/5).

Bebek rawon yang dinamainya Bebek Hitam itu dimasak dengan slow cooking yang dikenal dengan duck confilt.

Saus hitam pada bebek itu berasal dari kluwek sehingga menghadirkan cita rasa yang khas dengan makanan rawon.

Bebek itu basic saos-nya ada asinnya seperti menu Prancis, bebek saosnya bal samik.

"Bumbu rawon sebagai saus, ya dapat kentalnya saya taruh di atas bebek," imbuhnya.

Untuk membuat rawon menjadi gurih pada bebek, ia menambahkan bawang bombai, kayu manis juga ada pala, kemudian dicampur dengan black paper.

"Bebek dan bumbu itu dicampur sekitar enam jam tergantung besar bebeknya," terangnya.

MERESAP: Bebek rawon yang dinamainya Bebek Hitam itu dimasak dengan slow cooking yang dikenal dengan duck confilt.
MERESAP: Bebek rawon yang dinamainya Bebek Hitam itu dimasak dengan slow cooking yang dikenal dengan duck confilt.

Untuk memasak bebek ia tak menggoreng namun mengoven agar tekstur lebih lembut.

Karena menurutnya jika bebek tersebut digoreng teksturnya tidak lembut. Tak hanya itu, juga bakal berpengaruh pada warna yang tidak merata.

"Nanti kita lihat matengnya, pahanya ketarik. Mulai dagingnya empuk. Ketika dioven suhunya tidak boleh di atas 100 derajat celsius, harus suhu yang rendah. Karena efeknya akan gosong dan menjadi hitam jika suhunya tinggi," terangnya.

Rawon sejak dahulu sudah ada dan menjadi hidangan bagi para raja-raja.

Dahulunya, rawon menggunakan daging kerbau, namun kini diganti daging sapi yang lebih umum dan mudah ditemukan. Kini rawon dimodifikasi dengan bebek sebagai saus di atasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ciputra World Hotel Surabaya #bebek bumbu rawon #kuliner surabaya #makanan tradisional #bebek hitam #kluwek