RADAR SURABAYA BISNIS – Di Surabaya makanan rawon sangatlah umum. Bahkan menjadi salah satu makanan tradisional popular. Banyak kuliner rawon otentik dan legendaris yang ada di Kota Pahlawan.
Termasuk olahan fussion food rawon yang dikreasikan dengan unik. Seperti Rawon Kikil yang disajikan di Grand Swiss-Belhotel Darmo, Surabaya.
Tentu ini menjadi beda rasa daging dan kikil sapi dengan bumbu dasar kuah rawon pada umumnya.
Selain itu, yang menjadi pembeda dalam rawon kikil ini adalah campuran udang yang membuat rasa rawon menjadi lebih gurih.
Rawon kikil menjadi menu andalan karena peminatnya banyak. Apalagi sejak dibuat akhir April lalu, banyak tamu hotel yang tertarik mencoba menu baru tersebut.
Executive Chef Grand Swiss-Belhotel Darmo, Surabaya, Heri Purwanto mengaku ingin tampil beda dalam berinovasi mengolah menu baru untuk disajikan kepada tamu.
Selain itu, agar masyarakat tidak bosan dengan daging sapi yang ada di rawon.
"Kita gunakan kikil supaya memberikan yang beda yang belum pernah dibuat dan dirasakan. Selama ini kan daging sapi yang jadi bahan utama rawon, namun kita coba ganti dengan kikil biar nggak bosan juga," tutur Chef Heri, Kamis (2/5).
Ia mengaku, bahan dasar kuah rawon tidak ada yang beda, seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, kluwek dan kunyit.
Kemudian bahan dasar ini dihaluskan, ditambahkan aroma jinten dan ketumbar bubuk.
Namun ia menggunakan udang kecil agar memiliki rasa gurih pada rawon kikil tersebut.
Udang tersebut dicampur jadi satu dengan bumbu utama yang kemudian dihaluskan agar merata. Sehingga dalam penyajian cita rasa rawon kikil ini menjadi gurih.
"Kita berikan udang agar gurih, dan ini agak sedikit berbeda dengan rawon biasanya. Tapi secara keseluruhan untuk bahan dasarnya sama ada bawang putih, merah kemiri hingga kluwek," terangnya
Untuk membuat kikil lebih empuk, ia merebus kikil sapi itu sekitar 2-3 jam.
Setelah itu dicampurkan dengan bumbu dasar yang sudah dihaluskan dan diberikan air secukupnya, direbus kurang lebih 10-15 menit.
Chef Heri mengaku dengan hadirnya rawon kikil ini banyak orang yang tertarik mencobanya, bahkan telah favorit diantara menu baru lainnya seperti Pan Seared Salmon dan Nasi Goreng Bintaro.
"Bahkan nomer satunya rawon dan menjadi andalan karena banyak peminatnya," ujarnya.
Rawon kikil buatan chef Heri itu disajikan dengan nasi, telur asin dan krupuk emping atau melinjo.
Untuk dapat menikmati satu porsi menu rawon kikil cukup merogoh kocek sebesar Rp 125.800.
Sementara itu, menu rawon sejak dahulu sudah ada dan menjadi hidangan bagi para raja-raja.
Dahulunya, rawon menggunakan daging kerbau, namun kini diganti daging sapi yang lebih umum dan mudah ditemukan. Kini rawon dimodifikasi dengan kikil sapi. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari