RADAR SURABAYA BISNIS - Sebagai salah satu kota besar yang telah berusia lebih dari 700 tahun, Surabaya menyimpan begitu banyak cerita di dalamnya.
Telah banyak terjadi peristiwa bersejarah yang membangun kota Surabaya hingga menjadi seperti ini.
Untuk mengenang peristiwa penting yang pernah terjadi, dibuat berbagai macam tugu dan monumen untuk mengabadikan peristiwa tersebut.
Beberapa tempat juga senantiasa diingat sebagai tempat terjadinya beberapa peristiwa penting.
Berikut beberapa tempat bersejarah di Kota Surabaya yang wajib untuk dikunjungi:
1. Jembatan Merah
Terletak di Jalan Kembang Jepun, Pabean Cantikan, Jembatan Merah adalah tempat di mana pertempuran Surabaya antara orang-orang Surabaya dan tentara Sekutu terjadi hingga menewaskan pimpinan mereka, Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.
Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan Kembang Jepun dan Rajawali.
Kata “merah” pada jembatan ini merujuk pada warna pagarnya yang memang dicat merah.
Jembatan ini merupakan hasil kesepakatan antara Pakubuwono II dengan VOC pada tahun 1743.
Pada awalnya, jembatan ini dibuat dengan kayu, namun diganti menjadi besi pada tahun 1890-an.
Baca Juga: Ini Rekomendasi Kuliner Jatim Ala Khofifah Indar Parawansa
2. Monumen Kapal Selam
Berlokasi di Embong Kaliasin, Genteng sebelah Plaza Surabaya, monumen ini dibangun sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang terlibat dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda menggunakan kapal selam KRI Pasopati 410 ini.
Di dalam monumen kapal tersebut, masih banyak fitur-fitur kapal selam yang dipertahankan hingga nyaris utuh seperti aslinya.
Untuk masuk, pengunjung perlu membayar tiket sebesar Rp 5.000 per orangnya.
Di monumen ini juga diputar film dokumentasi mengenai Pertempuran Laut Aru.
3. Penjara Kaliosok
Tidak terlalu jauh dari Jembatan Merah, ada Penjara Kalisosok yang terletak di Jalan Garuda, Krembangan Selatan, Surabaya Utara.
Penjara ini dibangun sejak zaman VOC pada 1 September 1808 di bawah perintah Gubernur Jendral Daendels.
Beberapa tokoh sejarah penting pernah disekap di penjara ini seperti W.R.
Supratman yang mencetuskan lagu Indonesia Raya serta H.O.S Tjokroaminoto, sang raja tanpa mahkota, salah satu pemimpin organinasi pertama di Indonesia.
Sekarang, penjara ini dijadikan cagar budaya dan tidak lagi beroperasi.
Baca Juga: 5 Kuliner Ini Wajib Dicoba saat Berkunjung ke Pasar Blauran Surabaya
4. Hotel Majapahit
Hotel Majapahit adalah tempat terjadinya perobekan bendera Belanda pada bagian birunya hingga menyisakan warna merah dan putih pada tanggal 19 September 1945. Pada saat itu, nama hotel ini adalah Hotel Yamato.
Hotel ini terletak di Jalan Tunjungan nomor 45, Genteng. Sekarang, hotel ini sudah mengalami banyak renovasi dan difungsikan menjadi hotel mewah bintang lima.
Meskipun demikian, sebagian besar bentuk dan bangunan asli hotel ini masih dapat dilihat.
Hotel ini juga telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Surabaya.
5. Gedung Internatio
Juga masih berdekatan dengan Jembatan Merah, Gedung Internatio atau Internationale Credit en Handelsvereeniging Rotterdam adalah salah satu gedung bersejarah yang menjadi tempat dimulainya peristiwa 10 November 1945.
Tertelak di Krembangan Selatan, Gedung Internatio sudah ada sejak tahun 1850-an.
Di depan gedung Internatio inilah pimpinan tentara Sekutu, A.W.S. Mallaby tewas terbunuh.
Pada saat itu, tentara Sekutu membebaskan tawanan Belanda tanpa izin pemimpin Indonesia.
Hal ini mmebuat orang-orang di Surabaya marah dan melakukan pertempuran dengan tentara Sekutu di beberapa tempat, termasuk di Gedung Internatio.
Baca Juga: Bakcang Peneleh, Berawal dari Membantu Suami hingga Eksis Dicari Pembeli
6. Gedung Nasional Indonesia
Juga dikenal dengan singkatan GNI adalah salah satu cagar budaya yang merupakan bangunan bersejarah peninggalan salah seorang tokoh pergerakan nasional Indonesia, yaitu Dr Soetomo.
Pada awalnya, GNI didirikan tahun 1930 sebagai tempat untuk melakukan rapat.
Namun setelah beberapa waktu berlalu, GNI menjadi objek wisata sejarah di Surabaya.
Gedung Nasional Indonesia ini terletak di Jalan Bubutan Surabaya Pusat.
Meskipun telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sayangnya Gedung Nasional Indonesia sepi akan pengunjung.
Kebanyakan orang belum terlalu tahu mengenai keberadaan GNI sehingga tidak banyak orang yang datang ke tempat ini.
7. Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang peristiwa 10 November 1945.
Peristiwa ini memang salah satu kejadian sejarah paling berpengaruh di Surabaya.
Monumen ini dibangun pada tanggal 10 November 1951 dan terletak di Jalan Pahlawan, Alun-Alun Contong, Bubutan.
Tugu Pahlawan diresmikan oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.
Untuk umum, per orang perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000, sementara untuk pelajar dan mahasiswa gratis dengan menunjukkan kartu tanda pelajar mereka.
Tugu ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu pada pukul 08.00 – 15.00 dan tutup pada hari Senin.
Itulah beberapa tempat bersejarah di Surabaya yang bisa dijadikan referensi berwisata sekaligus menambah pengetahuan akan Sejarah Kota Pahlawan. (hel/nur)
Editor : Nurista Purnamasari