SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Mendengar nama Karang Menjangan, selain ingat lokasi rumah sakit terbesar di Jawa Timur, pasti juga teringat akan pasar takjil Ramadannya.
Ya, siapa yang tak kenal pasar takjil Karang Menjangan. Bagi sebagian masyarakat pasar takjil Karang Menjangan ini sangat popular untuk tujuan berburu takjil yang beraneka macam dengan harga yang murah.
Deretan pedagang kaki lima musiman ini selalu memenuhi Jalan Karang Menjangan saat bulan Ramadan.
Pembeli yang dating pun luar biasa, bahkan harus rela berdesak-desakan dan antre untuk membeli menu takjil incaran.
Para pedagang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman, khususnya kudapan-kudapan untuk takjil.
Mulai dari gorengan, aneka es, jajanan tradisional, kue basah, hingga berbagai jenis olahan makanan untuk berbuka puasa.
Selain banyak macamnya, harga yang ditawarkan para pembeli juga cukup murah. Mulai Rp 1.000 sudah bisa membeli takjil di sini.
Bahkan dengan uang Rp 20.000 sudah bisa membawa pulang takjil, es, dan makanan untuk berbuka.
Mulai pukul tiga sore puluhan pedagang sudah siap dengan berbagai dagangannya.
Semakin sore dan mendekati waktu berbuka puasa suasana Jalan Karang Menjangan berubah menjadi lautan manusia.
Tak hanya warga sekitar, namun pembeli juga datang dari kawasan lain, bahkan luar Surabaya.
“Rumah saya di Sidoarjo, tapi suka beli di sini, murah pilihannya banyak. Saya kerja di dekat sini, jadi sekalian pulang sekalian mbungkus makanan dan takjil buat orang rumah,” terang Andi, laki-laki yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga medis ini.
Pemandangan pasar takjil menjelang berbuka puasa selalu jadi rutinitas tahunan saat Ramadan di Karang Menjangan.
Salah satu pedagang, Aminah mengaku, dirinya menjual aneka gorengan dan buka sejak jam tiga sore.
Namun dalam waktu kurang dari dua jam semua dagangannya habis terjual.
Bahkan setiap harinya Aminah membutuhkan 40 kilogram tepung terigu untuk membuat ratusan gorengan, seperti martabak, tahu isi, dan dadar jagung hingga bakwan yang laris diserbu pemburu takjil.
"Tadi jam tiga sore sudah mulai buka, ini sudah habis semua. Alhamdulillah awal puasa ini ramai," imbuh Aminah.
Makanan dan minuman yang dijual di sana memang terbilang cukup murah. Apalagi di kawasan tersebut juga terdapat kampus yang banyak mahasiswanya.
“Ini cocok untuk kantong anak kos. Harganya murah pilihannya banyak. Modal Rp 20.000 sudah bisa dapat takjil, minuman dan lauk. Makanya kalau buka belinya ya di sini,” papar Anggi, salah satu mahasiswa yang tempat kosnya tak jauh dari Karang Menjangan.
Pembeli lainnya, Seila Anapista mengaku memilih gorengan karena makanan ringan itu murah meriah dan tidak terlalu mengenyangkan.
“Kalau sudah buka puasa itu minum air putih dan makan gorengan sudah kenyang," ujar Seila.
Seila setiap tahun membeli takjil di tempat ini saat menjelang buka puasa. Apalagi, semua fresh from the oven alias langsung dibuat dan digoreng di tempat sehingga penjual harus rela mengantre demi mendapatkan gorengan yang renyah dan hangat.
Dewi, salah satu pedagang lainnya mengaku momen Ramadan selalu menjadi berkah bagi pedagang di Karang Menjangan.
“Jika hari biasa kami berjualan di tempat lain atau menyetor ke warung dan berkeliling, pendapatnnya tidak seberapa jika dibanding dengan berjualan di sini (Karang Menjangan),” tegasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari