SURABAYA – Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi salah satu strategi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mendongkrak pariwisata.
Di tahun 2024 ini ada 110 perhelatan event Nusantara yang akan masuk kalender KEN.
Dari 110 perhelatan tersebut, delapan di antaranya berasal dari Jawa Timur (Jatim).
Bahkan salah satu di antaranya menjadi top 10 KEN 2024, yakni Jember Fashion Carnaval.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Evy Afianasari mengatakan, even-even yang telah disiapkan tahun 2024 ini telah dikurasi oleh para kurator daerah dan kurator nasional untuk menjadi kalender wisata nasional yang masuk dalam KEN.
Menurutnya, tahun 2024 pihaknya telah menyampaikan 10 event untuk masuk menjadi bagian dari KEN.
Kemudian 15 even unggulan Jatim untuk menjadi bagian dari event Sportive (Sport, Music and Creative Event) kepada Kemenparekraf.
“Dengan banyaknya even-even unggulan di Jatim, kami yakin akan meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan sebanyak 110 event berkualitas yang terangkum dalam KEN 2024, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian nasional dan memberikan multiplier effect kepada masyarakat.
Ia juga berharap KEN 2024 yang menyajikan kegiatan menarik seperti musik, budaya, seni karnaval, hingga kuliner ini bisa meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Ia mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, penyelenggaraan KEN 2023 telah berkontribusi terhadap peningkatan nilai produksi barang dan jasa (output) di Indonesia mencapai Rp 212,2 miliar serta Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai Rp 198,6 miliar.
Sementara itu, nilai perputaran uang atau pergerakan ekonomi dari 7,36 juta pengunjung (lokal, domestik, maupun asing) pada acara KEN 2023 mencapai Rp 12,38 triliun.
“Targetnya tahun ini terdapat peningkatan pergerakan ekonomi hingga bisa mencapai 20-25 persen dari tahun lalu. Dan harapannya juga ikut menopang 1,2 miliar sampai 1,5 miliar pergerakan wisnus di 2024,” katanya.
Delapan perhelatan di Jatim yang masuk KEN 2024 yakni:
1. Festival Gandrung Sewu
Festival Gandrung Sewucmerupakan gelaran festival tahunan tari Gandrung kolosal di Kabupaten Banyuwangi.
Acara ini merupakan salah satu bagian Banyuwangi Festival. Acara ini diadakan sejak tahun 2012, yang pada awalnya digelar untuk mengenalkan kebudayaan Banyuwangi khususnya Gandrung ke khalayak luas.
Pada saat ini Gandrung Sewu sudah menjadi ikon pariwisata budaya Banyuwangi. Acara ini diadakan setiap tahun sekali di Pantai Boom, yang berlatarkan selat Bali.
2. Banyuwangi Ethno Carnival
Banyuwangi Ethno Carnival atau sering disebut BEC adalah sebuah karnaval berupa festival busana yang setiap tahun digelar dalam rangkaian Banyuwangi Festival di Kabupaten Banyuwangi.
Rute yang dilalui adalah dari Taman Blambangan hingga Kantor Bupati Banyuwangi melewati jalan-jalan protokol Kota Banyuwangi sepanjang 2,2 kilometer.
3. Festival Rontek Pacitan
Festival Rontek Pacitan adalah festival alat musik. Asal usul kata rontek ini sendiri berasal dari kata ronda dan thethek merupakan alat musik terbuat dari bambu yang dilubangi, sedangkan cara memainkannya sendiri dengan dipukul.
Pada awalnya, rontek ini hanya menjadi kegiatan tahunan saat bulan Ramadan tiba dimana tujuannya membangunkan warga untuk sahur. Pada kegiatan ini rontek dipukul dan biasanya dipadukan dengan alat musik tradisional lainnya seperti gong, saron, dan kanong.
Saat ini rontek tidak hanya menjadi kegiatan gugah sahur tetapi menjadi ajang festival seni tahunan masyarakat Pacitan. Festival ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya.
4. Eksotika Bromo
Esksotika Bromo merupakan festival yang diselenggarakan untuk menyambut Yadnya Kasada (Ritual Rasa Syukur Suku Tengger kepada pencipta) yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian serta budaya di kawasan Bromo Tengger Semeru.
Eksotika Bromo merupakan festival budaya yang memadukan keindahan Gunung Bromo dan kesenian terbaik Indonesia.
5. Jember Fashion Carnival
Jember Fashion Carnival atau sering disebut JFC adalah sebuah even karnaval busana yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Karnaval ini biasanya diselenggarakan di jalan utama kota Jember yang berjarak 4,6 kilometer dan disaksikan oleh penonton di kanan dan kiri jalan.
Peserta terbagi dalam beberapa defile yang masing-masing defile mencerminkan tren busana pada tahun yang bersangkutan.
Dalam perjalanannya, karnaval JFC telah diklaim menjadi karnaval terbesar ketiga di dunia setelah meraih kemenangan di International Carnival de Victoria di Seychelles.
6. Festival Nasional Reog Ponorogo
Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) adalah salah satu festival tahunan yang merupakan salah satu rangkaian acara pesta rakyat Ponorogo yaitu Grebeg Suro yang dilaksanakan pada bulan Muharram. Festival Nasional Reog Ponorogo telah dilaksanakan sejak tahun 1995.
Festival tahunan ini diselenggarakan di Alun-alun Ponorogo. Perayaan Grebeg Suro bersamaan dengan hari jadi Kota Ponorogo, yang telah menjadi salah satu acara yang masuk dalam kalender wisata Jatim.
7. East Java Fashion Harmony
East Java Fashion Harmony adalah sebuah event fashion berbasis budaya wastra Jawa Timur dengan tujuan untuk mencatat dan mengidentifikasi seluruh wastra Jawa Timur berupa Batik dan Tenun.
East Java Fashion Harmony sebagai ajang berkolaborasinya para maestro batik dan tenun dengan perancang busana Jawa Timur untuk dapat mewujudkan sinergi dalam pertumbuhan indiustry kreatif dan industry kerakyatan.
Bersamaan dengan itu, East Java Fashion Harmony merupakan kemasan event yang juga berbasis destinasi wisata Jawa timur sebagai tempat pelaksanaanya.
8. Parade Surabaya Juang
Parade Surabaya Juang adalah pawai yang mengisahkan perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Bahkan, para pelajar, mahasiswa, seniman, komunitas, dan masyarakat Kota Pahlawan turut memeriahkan gelaran tersebut.
Pertunjukan teatrikal, semangat parade perjuangan, hiburan tampilan kesenian musik, video mapping, dan tampilan baru yang menarik siap menghibur penonton yang menyaksikan.
Parade Surabaya Juang merupakan event identitas tahunan dari Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan.
Pertempuran dan semangat heroisme dari arek-arek Suroboyo saat itu dapat menjadi teladan pada generasi saat ini. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari