SURABAYA – Potensi wisata Kota Surabaya cukup besar, khususnya destinasi wisata di kawasan Kota Lama.
Pemkot Surabaya tengah gencar mengembangkan dan menghidupkan wisata heritage di kawasan Kota Lama.
Deretan gedung tua nan megah era kolonial, spot-spot yang penuh cerita sejarah, hingga kehidupan sosial masyarakat warisan dari masa lampau bisa di nikmati di kawasan Kota Lama.
Sejumlah program dan paket wisata pun sudah disiapkan untuk menarik wisatawan agar bisa menikmati pengalaman berwisata di Kota Lama.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, sejumlah paket wisata telah berjalan.
Semuanya sudah bisa dinikmati oleh wisatawan. Bahkan, dalam upaya menghidupkan wisata kota lama, pemkot menggandeng komunitas dan agen perjalanan untuk menyediakan paket wisata.
“Paket wisata sudah berjalan, bahkan Walking Tour sudah berjalan terlebih dahulu dengan diinisiasi atau dijalankan oleh komunitas maupun travel agensi. Mereka berkeliling kota lama dengan beberapa rute,” ujarnya, Minggu (21/1).
Hidayat mengungkapkan, pemkot akan menginisiasi paket wisata terbaru.
Saat ini tengah proses penggodokan. Rencananya pemkot akan menambah paket wisata Jeep Tour.
"Sedang dimatangkan. Rencananya, rute yang dilalui akan dimulai dari Pos Bloc (Kantor Pos kebon Rojo) karena menjadi salah satu titik menarik di kawasan zona Eropa," ucapnya.
Pihaknya bakal menggandeng para pemilik Jeep Willys untuk membuat paket wisata tersebut.
Yaitu bersama salah satu komunitas terbesar yang ada di Kota Pahlawan. Paket wisata itu rencananya berbayar.
“Nantinya mereka juga akan bekerja sama secara langsung dengan Pos Bloc. Saat ini kami masih berkomunikasi dengan Pos Bloc untuk menata pola kerja sama. Jeep Tour berbayar dan masih dihitung nominalnya,” terang Hidayat.
Dia berharap upaya tersebut memudahkan wisatawan untuk berkeliling Kota Lama.
Sebab, kawasan itu menjadi salah satu ikon destinasi utama Kota Surabaya yang terus ditawarkan kepada para pengunjung.
Pemkot sekaligus akan mengoptimalkan sistem transportasi umumnya.
“Ini menjadi kesempatan wisatawan menggunakan transportasi umum. Dengan mudah mereka akan langsung turun di titik center point-nya Kota Lama. Kemudian wisatawan bisa mengeksplor lagi kawasan kota lama saat pulang menggunakan Suroboyo Bus,” bebernya.
Kebijakan itu sejalan dengan rencana pemkot yaitu revitalisasi kawasan Pecinan dan Eropa.
Keduanya zona tematik yang dirancang menjadi bagian dari Wisata Kutho Lawas.
Saat ini, pemkot tengah mengebut proses penataan kedua titik destinasi itu.
"Menguatkan pengembangan dari yang sudah berjalan. Misalnya Kya-Kya Reborn yang dibuka awal 2023 kemarin. Kemudian dipercantik dengan beberapa pemasangan dekorasi yang kental dengan nuansa Pecinan," ungkapnya.
Sedangkan, pihaknya dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) berkolaborasi untuk merevitalisasi Taman Sejarah.
Lokasi itu bakal ada penambahan playground, tourism information center (TIC), hingga sentra kuliner.
Selain itu, di beberapa titik strategis akan dipasang cobblestone dan merapikan vegetasi yang tidak menutupi bagunan agar dapat menonjolkan keunikan bagunan lawas gaya Eropa.
“Eropa street furniture akan dimasukkan di sana, misalkan warna, bentuk, dan PJU. Harapannya dengan revitalisasi kawasan itu, mereka jadi lebih nyaman membawa tamu untuk berkeliling dengan jalan kaki di area tersebut,” imbuhnya. (hil/nur)
Editor : Nurista Purnamasari