Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Nasi Babat, Kuliner Akulturasi yang Tetap Eksis

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 20 Januari 2024 | 03:04 WIB
SEJAK 1970-AN: Nasi babat merupakan kuliner akulturasi yang dibawa oleh perantau dari Madura.
SEJAK 1970-AN: Nasi babat merupakan kuliner akulturasi yang dibawa oleh perantau dari Madura.

SURABAYA - Kota Surabaya yang terkenal dengan Kota Pahlawan juga banyak kuliner di dalamnya. Seperti nasi sambal babat yang mulai populer di Surabaya sekitar tahun 1970-an.

Pemerhati Sejarah Surabaya, Nur Setiawan menjelaskan, kuliner nasi babat sebetulnya sudah ada sejak zaman dahulu. Namun diolah dengan menggunakan kuah seperti soto, kare dan sejenisnya.

“Jadi kuliner berkombinasi jeroan sapi atau kambing ini sudah ada sejak dulu. Cuma mulai populer di Surabaya sekitar tahun 1970-an,” kata Wawan, sapaan akrabnya.

Menurut Wawan, nasi babat lahirnya memang di Surabaya. Akan tetapi sebenarnya masakan akulturasi yang dibawa oleh perantau dari Madura.

Sehingga para perantau asal Pulau Garam mulai membuat kreasi baru dengan mengolah babat jeroan sapi sebagai makanan kering alias digoreng.

Agar lebih nikmat maka diberikan sambal plus lalapan supaya penikmatnya mendapat sensasi pedas dan hangat di badan.

Selain nasi babat juga ada makanan nasi krawu yang merupakan hasil kreasi dari orang Bangkalan Madura.

“Jadi nasi babat lahirnya memang di Surabaya tetapi sebenarnya masakan akulturasi yang dibawa oleh perantau Madura. Seperti nasi krawu yang merupakan hasil kreasi orang Bangkalan,” ujarnya.

Namun nasi sambal babat ini sempat jatuh bangun di awal tahun 2000. Karena kuliner tersebut meredup dan tidak begitu populer dan mungkin disebabkan harga bahannya yang mahal. Ditambah adanya krisis dadakan yang berpengaruh terhadap ekonomi lokal.

bebeBaca Juga: Lezatnya Bebek Goreng Bertabur Bumbu Rempah

Namun melewati satu dekade nasi sambal babat melejit kembali, karena media sosial dan food blogger seolah berkampanye bahwa kuliner ini layak untuk diburu.

“Untuk tempatnya di daerah Nyamplungan, Pasar Atom, Ngagel, Dukuh Kupang dan lain sebagainya. Selain itu kuliner ini tidak pernah sepi oleh penikmatnya,” tutur Wawan.

Beberapa tempat makan nasi babat yang terkenal di Surabaya di anataranya, Nasi Babat Kampung Malang yang ada di Jalan Pandegiling, Nasi Babat Madura di Jalan Nyamplungan.

Kemudian Sego Babat Ondomohen di Jalan Walikota Mustajab, Nasi Babat Cak Yasin di Jalan Dukuh Kupang Raya, dan Nasi Babat Ngagel Jaya di Jalan Ngagel Jaya Selatan. (jar/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#akulturasi #nasi babat #madura #surabaya