Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tarik Wisatawan, Kawasan Kota Lama Surabaya Bakal Dipercantik dengan Eropa Street Furniture, Seperti Apa Konsepnya?

Hildan Sepka • Rabu, 17 Januari 2024 | 15:29 WIB
WISATA HERITAGE: Eropa Street Furniture bakal menjadi penguat identitas Kawasan Kota Lama Surabaya.
WISATA HERITAGE: Eropa Street Furniture bakal menjadi penguat identitas Kawasan Kota Lama Surabaya.

SURABAYA - Pemkot Surabaya Tengah fokus mengoptimalkan potensi wilayah khas di Surabaya untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Salah satunya yakni, bakal menambah destinasi wisata unggulan baru. Konsepnya adalah Suroboyo Kutho Lawas.

Pesona tempo dulu yang dimiliki itu kembali dihidupkan dengan mengembangkan kawasan heritage.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, pemkot telah mempermudah konektivitas kota lama dengan para wisatawan.

Yaitu, melalui armada transportasi umum Suroboyo Bus dan Wira-Wiri. Para pelancong dapat memulai perjalanannya melalui center point di Taman Sejarah Surabaya.

“Di Taman Sejarah juga sedang proses pengerjaan revitalisasi oleh Disperkim Surabaya. Ada area bermain basket, nanti akan ditambahkan playground, mungkin ditambah F&B (food and beverage), kemudian narasi cerita sejarah tentang kota lama juga akan di tampilkan di sana,” ujarnya, Selasa (16/1).

Katanya, ada sejumlah titik menarik di zona tematik Eropa. Antara lain, Gedung Internatio, Gedung Cerutu, Pabrik Limun (Siropen), Museum Hoofdbureau, PTPN IX, Posbloc Surabaya (Kantor Pos Kebonrojo).

Selain itu juga ada Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kasuari, De Javasche Bank, Telkom Garuda, Jembatan Merah Plaza (JMP), Jembatan Merah, Penjara Kalisosok, dan Orlando Es Krim.

Rencananya, mobilitas pengunjung akan ditunjang dengan sejumlah sarana kendaraan wisata.

“Di sekitar Taman Sejarah Surabaya banyak sekali bangunan cagar budaya. Para pelancong bisa dengan mudah bergeser ke Jalan Rajawali, Veteran, dan seterusnya yang masuk dalam kawasan dengan tema Eropa,” terangnya.

Selain itu, Hidayat menjelaskan, ada beberapa poin revitalisasi tahap satu. Yakni, beberapa jalan aspal yang menjadi titik strategis itu rencananya akan diubah dan dipasang cobble stone oleh DSDABM Surabaya.

Selanjutnya, akan ada pemasangan penanda atau identitas dan tahap perapian vegetasi.

Semua mengusung konsep sesuai zona tematik agar dapat menonjolkan keunikan bangunan lawas gaya Eropa.

Eropa street furniture akan dimasukkan di sana, misalkan warna, bentuk, dan PJU. Kemudian akan ada perapian vegetasi karena nanti yang akan ditonjolkan adalah keunikan bangunan lawas gaya Eropa,” jelasnya.

Menurutnya, kawasan kota lama di zona Eropa akan cocok dikunjungi hingga malam hari.

Apalagi, kawasan Eropa berdekatan dengan kawasan pecinan yang berhiaskan dekorasi khas.

Para pelancong dengan mudah bisa melewati Jembatan Merah Surabaya, kemudian menuju kawasan Kya-Kya Kembang Jepun.

“Harapannya bisa hidup sampai malam hari. Cuma nanti akan berbeda aktivitasnya,” ungkap Hidayat.

Dia menerangkan, pemkot akan memberikan ruang bagi para komunitas maupun agen tour dan travel menyediakan paket wisata.

Salah satunya adalah walking tour yang digelar oleh agen tour dan travel dan beberapa komunitas yang ada di Kota Pahlawan.

Paket wisata yang sudah dijalankan seperti dari Bersuka Ria Walk dan Surabaya Walking Tour by Roodebrug.

Bersuka Ria Walk menyediakan rute dari Taman Jayengrono - Jembatan Merah - Bangunan Bersejarah di Jalan Rajawali - Gedung Internatio - Gedung Telkom - Penjara Kalisosok - De Javasche Bank.

“Sedangkan Surabaya Walking Tour by Roodeburg menyediakan rute dari Taman Jayengrono - Viaduct Ex Halte Trem - Museum Hoofdbureau - bangunan bersejarah di Jalan Jembatan Merah, dan Jalan Veteran - Pos Bloc,” imbuhnya. (hil/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#heritage #eropa street furniture #kota lama #pemkot surabaya #Suroboyo Kutho Lawas