Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Berwisata sekaligus Belajar di Depo Sidotopo, Ada Lokomotif Livery Vintage yang Ikonik

Rahmat Sudrajat • Kamis, 14 Desember 2023 | 01:45 WIB
NOSTALGIA: Lokomotif CC 201 83 48 hadir di wilayah Daop 8 Surabaya dengan livery vintage merah dan biru.
NOSTALGIA: Lokomotif CC 201 83 48 hadir di wilayah Daop 8 Surabaya dengan livery vintage merah dan biru.

SURABAYA - Di era tahun 1991, lokomotif dengan livery vintage (motif warna) merah dan biru menjadi ikon dan sangat khas. Kejayaan livery vintage merah biru tersebut kembali dihadirkan pada lokomotif seri CC 201 di Depo Sidotopo.

Lokomotif livery vintage merah dan biru kala itu merupakan satu-satunya lokomotif yang beroperasi aktif dan melayani perjalanan KA reguler di pulau Jawa. Sedangkan mayoritas lokomotif dengan warna merah biru beroperasi di pulau Sumatera yang melayani KA batubara.

Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo mengungkapkan, peluncuran livery itu bersamaan dengan 1 abad berdirinya Depo Sidotopo.

Setelah dilakukan perawatan di Balai Yasa Yogyakarta, sarana lokomotif CC 201 83 48 kini hadir di wilayah Daop 8 Surabaya dengan livery vintage merah dan biru. Kehadiran lokomotif dengan livery ini secara simbolis dihadirkan di Depo lokomotif Sidotopo oleh Daop 8 Surabaya.

"Pada kegiatan ini, KAI Daop 8 Surabaya juga menyampaikan edukasi terkait perkeretaapian, mengadakan pameran fotografi, serta memberikan pemahaman kepada para masyarakat agar dapat turut berperan serta dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api," kata Wisnu, Rabu (13/12).

Penggunaan livery vintage merah dan biru lokomotif CC 201 83 48 ini diharapkan tidak hanya mengingatkan kita akan kenangan masa lalu, tetapi juga untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakan moda kereta api. Serta mengenalkan sejarah perkeretaapian bagi masyarakat generasi sekarang.

"Livery vintage ini dahulu digunakan KAI pada era tahun 1991. Dimana pada saat itu bernama Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka). Livery vintage tersebut saat ini KAI aplikasikan pada lokomotif CC 201 83 48 milik Depo Sidotopo," terangnya.

Pengecatan lokomotif tersebut dilakukan di bengkel lokomotif Balai Yasa Yogyakarta. Lokomotif CC 201 produksi General Electric ini memiliki berat 84 ton dan daya mesin 1.950 tenaga kuda (horse power/HP).

Lokomotif ini mampu melaju hingga kecepatan maksimal 120 kilometer per jam. Lokomotif ini memiliki dua boggie dimana masing-masing boggie memiliki tiga gandar penggerak dengan total enam traksi motor, sehingga lokomotif ini dapat dioperasikan pada lintas datar maupun pegunungan.

Sementara itu, ketua Komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), Ricky Dirjo mengatakan, dirinya menyambut baik livery vintage tersebut. Karena masyarakat terutama yang sudah ada di zaman livery tersebut bisa bernostalgia. "Dengan diluncurkannya lokomotif tersebut bisa belajar sejara kereta api sekaligus bernostalgia," tutur Ricky.

Dalam acara peringatan 1 abad tersebut sejumlah petugas PT KAI dan komunitas kereta api (railfans) berdandan unik dengan menggunakan kostum era kolonial. Tak sedikit railfans yang memanfaatkan momen ini untuk belajar sejarah dan berwisata di Depo Sidotopo dengan lokomotif livery vintage. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Livery Vintage #kai daop 8 surabaya #depo sidotopo