RADAR SURABAYA BISNIS - Upaya peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir terus digenjot oleh pemerintah melalui peluncuran program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (Asta Cita), inisiatif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem bisnis kelautan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan.
Program yang dikawal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini mulai berjalan sejak 2025 dengan fokus mengintegrasikan rantai hulu ke hilir.
Baca Juga: Waspada Antrean BBM Bali Merembet ke Surabaya, Warga Diminta Hemat BBM
Berdasarkan data yang ada, pembangunan difokuskan pada kelengkapan fasilitas penunjang seperti pelabuhan, dermaga, cold storage (penyimpanan dingin), tempat pelelangan ikan, hingga fasilitas sosial bagi para nelayan.
Dalam pidato kenegaraannya Agustus 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto menyoroti urgensi optimalisasi sektor ini.
"Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar US$ 34 miliar, baru mungkin 5% yang dapat kita nikmati, sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita," ungkap Presiden Prabowo, menggarisbawahi pentingnya kemandirian pengelolaan hasil laut.
Baca Juga: Cuaca Surabaya Panas, Pakar Ungkap Penyebab Polusi Udara Memburuk pada Pagi Hari
Kehadiran fasilitas KNMP perlahan mulai menunjukkan hasil positif. Mengutip data KKP, proyek percontohan di KNMP Samber-Binyeri, Biak Numfor, Papua berhasil menaikkan produksi ikan sebesar 121 persen, dari 552 kg menjadi 1.221 kg per bulan.
Peningkatan ini berbanding lurus dengan naiknya pendapatan nelayan setempat hingga 89 persen, atau mencapai Rp11,43 juta per bulan.
Keberhasilan serupa terjadi di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang beroperasi sejak Mei 2026. Fasilitas pengolahan di kawasan ini memampukan nelayan setempat tidak hanya menjual tangkapan segar, tetapi juga mengolahnya menjadi tuna loin bernilai jual tinggi. Rata-rata pendapatan nelayan di kawasan tersebut tercatat meningkat dari Rp4 juta menjadi Rp7 juta per bulan.
Baca Juga: Transformasi Green and Smart Terminal Diakui Dunia, TTL Raih Penghargaan Global Ports Forum 2026
"Ini tentu membawa dampak ekonomi yang lebih baik kepada para nelayan sekitar," jelas Ketua Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP, Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo menanggapi konsistensi pengiriman produk perikanan dari daerah.
Hal senada disampaikan Bupati Sinjai, Ratnawati Arif. Ia menilai kelengkapan fasilitas simpan dan olah sukses memperluas pilihan usaha masyarakat.
"Program ini diproyeksikan mampu meningkatkan produksi perikanan rata-rata hingga kurang lebih 800 ton per tahun per lokasi," tuturnya.
Baca Juga: Antrean Pengisian BBM di SPBU Bali Berkurang, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Tersedia
Pemerintah menargetkan akan membangun 5.000 KNMP yang tersebar di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. Dengan dukungan APBN mencapai Rp1,1 triliun pada tahun 2025, perluasan program ini diharapkan tidak hanya mengamankan pasokan pangan nasional, tetapi juga melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir Indonesia.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis