radarsurabayabisnis.id – Sekitar 10.600 calon jemaah haji (CJH) Jawa Timur pada 2027 dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Dhoho, Kediri.
Penggunaan Bandara Dhoho sebagai pintu keberangkatan jemaah haji menjadi yang pertama sejak bandara tersebut beroperasi. Persiapan operasional kini tengah dimatangkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Saudia Airlines.
Selain kesiapan teknis, negosiasi juga dilakukan agar biaya penerbangan dari Dhoho tetap setara dengan keberangkatan melalui Embarkasi Surabaya.
Baca Juga: Jaga Biaya Haji Tetap Terjangkau, Presiden Prabowo Usulkan Skema BPIH 52 Banding 48
10.600 Jemaah dari 10 Daerah
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Timur Mahmudi mengatakan, sekitar 10.600 jemaah akan diberangkatkan melalui Bandara Dhoho.
Jemaah tersebut berasal dari sejumlah daerah di sekitar Kediri dan wilayah Mataraman, antara lain Kabupaten dan Kota Kediri, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Jombang, dan Bojonegoro.
Baca Juga: Kemenhaj Umumkan Peserta CAT Petugas Haji 2027 Gelombang 2, Ini Aturan Mainnya
“Jumlah jemaah sekitar 10.600 orang. Skema ini sudah disusun dan didukung seluruh pemangku kepentingan. Bandara, otoritas, hingga imigrasi sudah menyatakan siap. Tinggal negosiasi akhir dengan maskapai,” kata Mahmudi, Kamis (1/10).
Menurut dia, terdapat kemungkinan muncul biaya tambahan karena Bandara Dhoho merupakan bandara baru dan belum memiliki seluruh fasilitas standar untuk penerbangan haji.
Namun, Kemenhaj Jatim berupaya menekan biaya tersebut agar tidak menambah beban yang harus ditanggung jemaah.
Saudia Cek Kesiapan Bandara Dhoho
Direktur PT Ayuberga GSA Saudia Airlines di Indonesia Andri Bermawi mengatakan, persiapan teknis penerbangan dari Dhoho telah dimulai.
Tim operasional Saudia Airlines juga akan melakukan observasi langsung untuk memastikan kesiapan landasan pacu serta berbagai fasilitas pendukung untuk penerbangan menggunakan pesawat berbadan lebar.
“Bandara Dhoho ini baru akan dioperasionalkan dan sampai sekarang belum ada penerbangan pesawat berbadan lebar. Bagian operasional Saudia sudah mulai melakukan kunjungan dan observasi kondisi bandara,” ujar Andri.
Pengecekan tersebut diperlukan untuk memastikan Bandara Dhoho mampu mendukung operasional penerbangan haji, termasuk penggunaan pesawat berbadan lebar.
26 Kloter Berangkat dari Dhoho, 70 Kloter Tetap dari Juanda
Dalam skema yang disiapkan, sebanyak 26 kloter jemaah haji akan diberangkatkan melalui Bandara Dhoho.
Sementara itu, sekitar 70 kloter lainnya tetap menggunakan Bandara Juanda sebagai pintu keberangkatan haji Jawa Timur.
Kedua pintu keberangkatan tersebut nantinya akan dilayani oleh Saudia Airlines.
Pengoperasian Bandara Dhoho sebagai pintu keberangkatan haji diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Bandara Juanda. Selain itu, keberadaan embarkasi melalui Dhoho juga diharapkan memudahkan akses jemaah dari wilayah Kediri dan sekitarnya.
Penerbangan dari Dhoho juga direncanakan menggunakan pesawat berbadan lebar secara langsung tanpa transit untuk pengisian bahan bakar.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya