Ekspansi Galangan Kapal di Lamongan, PT PAL Indonesia Proyeksikan Serap 200 Tenaga Kerja Lokal

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 16:26 WIB
Galangan kapal PT PAL di Desa Sidokelar, Paciran, Lamongan yang serap ratusan pekerja.
Galangan kapal PT PAL di Desa Sidokelar, Paciran, Lamongan serap ratusan pekerja.

RADAR SURABAYA BISNIS – PT PAL Indonesia tengah mengembangkan fasilitas galangan kapal baru di Desa Sidokelar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

Proyek strategis di kawasan pesisir utara Jawa Timur ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja pada divisi pemeliharaan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Langkah ekspansi BUMN sektor maritim ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah pusat kepada PT PAL Indonesia sebagai konsolidator nasional untuk merevitalisasi kapasitas galangan kapal dalam negeri.

Baca Juga: Mulai 1 Oktober, Pengguna WhatsApp Business API Akan Dikenakan Biaya per Pesan

Ketua Tim Penyertaan Modal Negara (PMN) PT PAL Indonesia, Uut Tata Wijaya, menjelaskan bahwa kehadiran proyek ini didasari oleh instruksi negara di tengah tekanan yang dihadapi industri galangan kapal nasional.

"PT PAL hadir di Lamongan atas dasar instruksi negara. Dari 300-an galangan kapal di Indonesia, tak kurang dari 10 persen yang aktif," ujar Uut saat memberikan keterangan di Lamongan, Kamis (24/9/2026).

Pengembangan fasilitas maritim di Kecamatan Paciran ini didukung oleh dana Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2023 sebesar Rp 427 miliar. Pembangunan dilakukan secara bertahap untuk menunjang aktivitas perbaikan (maintenance) hingga pembuatan kapal baru.

Baca Juga: Pendaftaran Mitra Magang Nasional Batch 3 Resmi Dibuka, Perusahaan Kategori Ini Jadi Prioritas!

Pada tahap awal operasional, galangan dirancang khusus untuk melayani perbaikan kapal berukuran panjang 60 meter hingga 100 meter, mulai dari jenis kapal tongkang hingga kapal perang. 

Ke depannya, peningkatan kapasitas fasilitas juga diarahkan untuk memproduksi kapal baru sehingga membutuhkan dukungan tenaga teknis dan operasional dari berbagai subkontraktor.

Kebutuhan sekitar 200 pekerja pada divisi pemeliharaan di luar tenaga pihak ketiga (subkontraktor) disambut antusias oleh warga setempat. Untuk menjawab tantangan standar kualifikasi industri maritim, PT PAL Indonesia berkomitmen menyiapkan program pelatihan teknis bagi masyarakat lokal yang belum memiliki pengalaman di bidang perkapalan.

Baca Juga: Bangunan Berusia 100 Tahun di Surabaya, Kini Disulap Jadi Tempat Nongkrong

Kepala Dusun Klayar, Fadhulloh, berharap proyek industri ini memberikan ruang nyata dan memprioritaskan pemuda setempat yang memenuhi kualifikasi.

"Sinergitas yang sudah ada kami harap terus dikembangkan. Pemuda dan warga yang layak harus betul-betul diserap sebagai tenaga kerja lokal," kata Fadhulloh.

Meski diproyeksikan menyerap ratusan pekerja, angka kebutuhan 200 tenaga kerja tersebut merupakan proyeksi operasional dan bukan pengumuman pembukaan lowongan kerja secara langsung.

Baca Juga: Spesial HUT ke-81 KAI 28 September 2026, Beli Tiket Kereta Api Cukup Bayar 81 Persen!

Masyarakat dan pencari kerja di Kabupaten Lamongan diimbau untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi lowongan kerja yang belum jelas sumbernya. 

Calon pelamar disarankan untuk memantau pengumuman resmi terkait jadwal seleksi, posisi, dan mekanisme pendaftaran hanya melalui kanal resmi PT PAL Indonesia serta pemerintah daerah setempat.

Pelamar juga disarankan untuk mempersiapkan dokumen administrasi dasar sejak dini, meliputi identitas diri, ijazah, daftar riwayat pengalaman kerja, serta sertifikat keterampilan teknis bagi lulusan sekolah kejuruan.

Baca Juga: AirNav Indonesia Buka Rekrutmen Karyawan 2026 untuk Lulusan D3 hingga S1, Simak Posisi dan Syaratnya

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
pelatihan pt pal indonesia lamongan tenaga kerja galangan kapal