radarsurabayabisnis.id - Tumpukan sampah menggunung di belakang Pasar Turi Surabaya yang tertutup pagar seng mendapat perhatian serius. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya Daniel Johanes Hutabarat turun langsung meninjau lokasi, Jumat (18/9).
Eri menjelaskan, lahan yang dipenuhi sampah tersebut merupakan aset PT KAI. Karena itu, Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan PT KAI untuk melakukan penertiban dan pembersihan bersama.
Ia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mengerahkan alat berat untuk membersihkan kawasan tersebut secara menyeluruh.
Baca Juga: Penerbangan Terganggu Erupsi, KAI Tambah Kereta ke Jakarta, Tiket Langsung Diburu Penumpang
“Pembersihannya harus hati-hati karena tanah jalur perlintasan KA tidak boleh turun, tapi sampahnya harus diambil,” tegasnya.
60 Ton Sampah Diangkut dalam Sehari
Pembersihan dilakukan secara intensif karena volume sampah di kawasan belakang Pasar Turi cukup besar.
Kepala DLH Surabaya M. Fikser mengungkapkan, tumpukan sampah tersebut bukan hanya berasal dari buangan warga. Petugas juga menemukan indikasi adanya praktik pengelolaan sampah ilegal.
“Sampah ini cukup banyak, sampah rumah tangga. Tapi di situ juga terindikasi ada pengelolaan sampah yang melanggar aturan. Jadi, sekarang kita lakukan pengambilan sampah secara intensif,” ujar Fikser.
Baca Juga: Kesempatan Gabung BUMN: PT KAI Buka Lowongan Kerja Lulusan SLTA, D3, dan S1 untuk Berbagai Formasi
Dalam satu hari pembersihan, sekitar 20 truk dikerahkan untuk mengangkut sampah. Total sampah yang berhasil diangkut mencapai sekitar 60 ton.
Pihak yang kedapatan melakukan pengelolaan sampah secara ilegal akan ditindak. Sanksi yustisi hingga denda maksimal Rp50 juta dapat dikenakan kepada pelanggar.
Bangunan Liar di Jalur Rel Ikut Ditertibkan
Selain membersihkan tumpukan sampah, kawasan di sepanjang jalur kereta api juga akan ditertibkan.
Eri mengatakan pengawasan kawasan serta penertiban bangunan liar di sepanjang jalur rel menjadi kewenangan PT KAI Daop 8. Pemkot Surabaya siap memberikan dukungan personel maupun armada apabila diperlukan.
Di lokasi, Eri juga mengingatkan warga yang masih menumpuk barang bekas agar segera mengosongkan area tersebut.
Ia sekaligus menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah melaporkan kondisi kawasan tersebut dan mengimbau masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala KAI Daop 8 Surabaya Daniel J. Hutabarat mengatakan, pembersihan sampah akan dilanjutkan dengan penertiban bangunan liar di sepanjang jalur kereta api, khususnya kawasan belakang Pasar Turi.
“Kami juga mendapatkan amanah dari Bapak Wali Kota Eri Cahyadi, bersama-sama juga akan menertibkan bangunan liar di sepanjang jalur KA, khususnya di wilayah belakang Pasar Turi ini,” imbuhnya.
Lahan Aset KAI Dibersihkan, Pengawasan Diperketat
Karena lahan tersebut merupakan aset PT KAI, penanganan kawasan dilakukan melalui koordinasi antara Pemkot Surabaya dan PT KAI Daop 8.
Pemkot fokus pada pembersihan sampah melalui DLH, sementara pengawasan kawasan dan penertiban bangunan liar di sepanjang jalur rel dilakukan bersama PT KAI.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menghilangkan tumpukan sampah, tetapi juga mencegah kawasan belakang Pasar Turi kembali menjadi lokasi pembuangan maupun pengelolaan sampah ilegal.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya