Bandara Soekarno-Hatta, Halim, dan Husein Kembali Beroperasi Pasca Erupsi Krakatau

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:54 WIB
ILUSTRASI: Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026) usai penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
ILUSTRASI: Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026) usai penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

RADAR SURABAYA BISNIS – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi kembali beroperasi melayani penerbangan pada Selasa (8/9/2026) dini hari, setelah sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dua bandara lain, yakni Halim Perdanakusuma dan Husein Sastranegara, turut dinyatakan kembali beroperasi.

"Sehubungan dengan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali melayani operasional penerbangan," tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram resmi Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/9/2026) dini hari.

Baca Juga: Kemenkeu Minta Anggaran Rp49,8 Triliun Tahun 2027, Ini Rincian Lengkapnya

Pihak bandara mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan lewat kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama turut mengonfirmasi pemulihan operasional di tiga bandara tersebut.

"Kami informasikan bahwa tiga bandar udara terdampak telah kembali beroperasi dan kegiatan penerbangan dapat dilaksanakan kembali sesuai dengan kondisi operasional dan ketentuan yang berlaku," demikian unggahan resmi lembaga itu.

Baca Juga: Jangan Samakan Abu Vulkanik dengan Debu Biasa, Ini Bahayanya Menurut Ahli

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sempat memperpanjang penutupan tujuh bandara hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB, meski hasil paper test abu vulkanik menunjukkan hasil negatif.

"Berdasarkan evaluasi yang kami lihat, kami memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara bandara, ya di 7 bandara itu menjadi sampai dengan pukul 23.59. Ini relatif lebih pendek dari penutupan yang sebelumnya," ujar Dudy, Senin (7/9).

Dudy menjelaskan keputusan pembukaan kembali bandara bergantung pada arah dan kecepatan angin yang membawa abu vulkanik.

Baca Juga: Jangan Samakan Abu Vulkanik dengan Debu Biasa, Ini Bahayanya Menurut Ahli

"Apabila bergeser lebih menjauhi dari bandara-bandara yang sekitaran Gunung Anak Krakatau, maka kita bisa mempertimbangkan untuk membuka bandara-bandara yang terdampak. Jadi, mohon doanya semoga arah angin dan juga kecepatan bisa memperbaiki situasi, ya," jelasnya.

Pihak bandara mengimbau masyarakat tetap memantau informasi resmi terkait status penerbangan, mengingat kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan berpotensi memengaruhi operasional penerbangan sewaktu-waktu.

Baca Juga: Jatim Tebar 3,2 Ton Garam untuk Datangkan Hujan, Ini Hasilnya

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
pascabencana soekarno hatta penerbangan transportasi bandara