RADAR SURABAYA BISNIS - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan delapan bandar udara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, harus ditutup sementara sejak Minggu (6/9/2026).
Langkah mitigasi ini diambil oleh Kementerian Perhubungan guna memastikan keselamatan penerbangan dari ancaman sebaran abu vulkanik.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa penutupan operasional ini berdampak pada sekitar 150.000 penumpang dan 467 penerbangan, yang terdiri dari 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik.
Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi 25 Jam, PVMBG Tetapkan Status Siaga Level 3
Adapun delapan bandara yang terdampak meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.
Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru, penutupan ini diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pagi demi alasan keselamatan.
"Apabila masa sebaran masih banyak dan paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan," ujar Menhub Dudy saat memantau langsung situasi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Dorong Tambahan Anggaran 2027 untuk Bedah Rumah dan Huntap Pascabencana
Siapkan Bandara Alternatif Beroperasi 24 Jam
Untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, Kemenhub telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang dioperasikan selama 24 jam penuh.
Bandara tersebut antara lain Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Bandara Adi Soemarmo Solo.
Pemerintah memberikan keleluasaan bagi maskapai untuk menentukan penggunaan bandara alternatif tersebut sesuai dengan kesiapan armada masing-masing.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Dorong Tambahan Anggaran 2027 untuk Bedah Rumah dan Huntap Pascabencana
Di sisi lain, penumpang juga diberikan hak penuh untuk memilih opsi melanjutkan perjalanan melalui bandara pengganti atau membatalkan penerbangannya.
Menhub secara tegas meminta seluruh maskapai penerbangan untuk mengomunikasikan informasi pembatalan maupun perubahan jadwal secara cepat dan transparan kepada penumpang.
"Mengingat kondisinya belum bisa kita prediksi sampai kapan, hak-hak mereka untuk pengembalian tiket harus dijamin oleh airlines supaya mereka tidak menunggu," tambahnya.
Baca Juga: BI Naikkan Insentif Likuiditas Jadi 6 Persen, Dorong Kredit UMKM
Layanan Bus Gratis dari InJourney
Sebagai bentuk Service Recovery Activation (SRA), PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports turut menyediakan fasilitas pendukung berupa transportasi darat gratis.
Bus pengganti ini disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta untuk mengantar penumpang terdampak menuju Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menjelaskan bahwa pada tahap awal telah disiapkan 8 unit armada bus. Penumpang dapat mendaftarkan diri melalui posko yang telah didirikan di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Kementan Kebut Perbaikan Irigasi Tersier, Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Selain menggratiskan layanan transportasi darat atau kereta api menuju bandara alternatif, pihak InJourney Airports juga menyediakan area khusus beserta makanan dan minuman ringan bagi para penumpang yang masih tertahan di terminal bandara. Evaluasi penanganan penumpang ini akan terus dilakukan secara intensif hingga kondisi ruang udara dinyatakan kembali aman.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis