radarsurabayabisnis.id - Nasib 196 jemaah umrah asal Kabupaten Jombang yang sempat tertunda keberangkatannya akhirnya menemui titik terang. Seluruh tiket pergi-pulang jemaah kini telah terbit setelah dilakukan mediasi antara pihak travel, KBIHU, pemerintah, dan perwakilan jemaah.
Mediasi berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur di Sidoarjo, Kamis (3/9). Pertemuan tersebut melibatkan PT Annisa Ahmada Travelindo (AAT), KBIHU Muslimat NU Jombang, serta perwakilan jemaah.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin, Kasubdit Bina Umrah Edayanti, dan jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur turut hadir dalam proses mediasi tersebut.
Baca Juga: Maskapai Saudia Pangkas Tarif Penerbangan, Harga Paket Umrah Bakal Lebih Murah?
“Yang utama adalah memastikan jemaah mendapat kepastian. Dengan seluruh tiket pergi dan pulang yang sudah terbit, jemaah dapat berangkat dan kembali sesuai tiket yang telah ditetapkan,” ujar Fauzin, Kamis (3/9).
196 Jemaah Sempat Tertunda Berangkat
Persoalan ini bermula ketika 196 jemaah umrah asal Jombang yang dijadwalkan berangkat pada 30 Agustus 2026 hanya mendapatkan alokasi tiket untuk 40 orang.
Kondisi tersebut terjadi akibat kendala dari pihak travel. Karena sejak awal keberangkatan direncanakan dalam satu rombongan, jemaah kemudian menyampaikan keberatan dan melaporkan persoalan tersebut ke kepolisian.
Dalam hasil mediasi, pihak AAT menyatakan komitmennya untuk memberangkatkan dan memulangkan seluruh jemaah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Musim Umrah 1448 H Dibuka Lebih Awal, Ini Jadwal Krusial yang Wajib Dicatata
Travel juga menjamin layanan jemaah selama berada di Arab Saudi hingga kembali ke Indonesia.
Apabila keberangkatan kembali tidak terlaksana, jemaah diberikan pilihan untuk melakukan penjadwalan ulang atau mendapatkan pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan yang berlaku.
Jadwal Keberangkatan Jemaah Umrah Jombang
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jombang Ilham Rohim mengatakan pihaknya terus memantau kondisi jemaah. Sebagian jemaah saat ini masih mendapatkan akomodasi di hotel di Surabaya sambil menunggu jadwal keberangkatan.
Berdasarkan rencana terbaru, sebanyak 20 jemaah dijadwalkan berangkat pada 31 Agustus, kemudian 75 jemaah pada 1 September, sedangkan jemaah lainnya menyusul sesuai jadwal yang telah disepakati.
“Prinsip kami, jemaah harus terlayani dan terlindungi. Kami berharap komitmen itu bisa dijalankan. Yang penting jemaah mendapatkan kepastian dan bisa segera berangkat,” jelas Ilham.
Kasubdit Bina Umrah Edayanti juga berharap kesepakatan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada seluruh jemaah. Semua pihak diminta menjalankan komitmen secara bertanggung jawab.
Pemerintah Ingatkan Jemaah Tak Tergiur Harga Murah
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pemerintah akan terus memperkuat perlindungan bagi jemaah umrah, termasuk ketika terjadi persoalan dalam perjalanan ibadah.
“Kita ingin jemaah bisa berangkat dan beribadah dengan tenang. Ketika ada persoalan, pemerintah harus hadir memastikan jemaah mendapatkan pelayanan dan perlindungan,” ujar Irfan Yusuf.
Irfan juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Harga murah, menurutnya, tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan.
“Hati-hati memilih travel. Jangan hanya melihat murahnya. Pastikan travelnya resmi, berizin, dan jelas pelayanan serta kemampuan memberangkatkan jemaah,” tegasnya.
Kemenhaj menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Apabila kesepakatan kembali dilanggar, jemaah dipersilakan menempuh jalur hukum, baik melalui proses pidana maupun perdata.
Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan juga dapat memanfaatkan desk layanan Kemenhaj di Bandara Soekarno-Hatta yang beroperasi setiap hari.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya