RADAR SURABAYA BISNIS — PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Ternate memperkuat penerapan planning & control guna meningkatkan efisiensi dan kelancaran operasional terminal.
Langkah penguatan ini ditempuh melalui perencanaan kegiatan yang lebih terukur, diimbangi dengan koordinasi serta pertukaran informasi yang lebih intensif bersama perusahaan pelayaran (shipping line), pihak regulator, dan para pemangku kepentingan terkait.
Penerapan sistem planning & control tersebut memungkinkan pihak terminal untuk memperoleh data operasional jauh lebih awal. Informasi ini mencakup rencana estimasi kedatangan kapal, rincian jumlah dan jenis muatan, skenario bongkar muat, hingga pemenuhan kebutuhan pelayanan.
Baca Juga: Sah! Tanpa Dolar AS, Transaksi RI-Singapura Kini Bisa Pakai Rupiah
Ketersediaan data awal ini menjadi fondasi utama bagi terminal dalam menyiapkan kesiapan peralatan, alokasi tenaga kerja, serta sumber daya pendukung yang presisi sesuai kebutuhan di lapangan.
Terminal Head TPK Ternate, Anwar Pae, menjelaskan bahwa akurasi informasi dan koordinasi sejak tahap perencanaan merupakan kunci vital dalam menjaga keandalan pelayanan di area terminal.
“Planning & control memastikan setiap kegiatan direncanakan berdasarkan informasi yang akurat dan dipahami oleh seluruh pihak yang terlibat. Dengan perencanaan yang semakin baik, kami dapat menyiapkan sumber daya secara lebih tepat sekaligus mengantisipasi potensi risiko sejak awal,” ujar Anwar, Senin (31/8).
Baca Juga: Intip Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Darat Terbesar Kedua di Dunia Resmi Dipamerkan
Anwar menambahkan, koordinasi intensif dengan perusahaan pelayaran menjadi faktor yang sangat menentukan lantaran dinamika perubahan jadwal kapal dan muatan berdampak langsung pada kesiapan operasional terminal.
Pertukaran informasi yang dilakukan sejak awal memberikan fleksibilitas bagi manajemen terminal untuk segera melakukan penyesuaian teknis apabila terjadi perubahan skenario.
Melalui mekanisme yang ketat ini, potensi ketidaksesuaian data, pergeseran jadwal, maupun kendala kesiapan sumber daya dapat teridentifikasi lebih dini. Pihak terminal lantas bisa langsung menyiapkan langkah mitigasi konkret sebelum kendala teknis tersebut mengganggu proses pelayanan kepada pengguna jasa.
Baca Juga: Bertolak ke Rusia, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama Putin di Eastern Economic Forum
“Kami ingin membangun pola kerja yang semakin proaktif. Potensi risiko harus dapat diidentifikasi sejak tahap perencanaan, bukan ketika gangguan sudah terjadi di lapangan. Karena itu, komunikasi dan kesamaan informasi dengan shipping line, regulator, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam planning & control,” tegas Anwar.
Penguatan sistem perencanaan dan koordinasi ini juga mendapat apresiasi serta dukungan penuh dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate. Kepala KSOP Ternate, Rushan Muhammad, menegaskan bahwa kesamaan informasi antarinstansi sangat dibutuhkan demi menciptakan iklim pelayanan kepelabuhanan yang efektif dan optimal.
“Dalam kegiatan kepelabuhanan, koordinasi dan kesamaan informasi antarpemangku kepentingan sangat penting. Perencanaan dan komunikasi yang dilakukan sejak awal membuat setiap pihak dapat mempersiapkan kebutuhan operasional secara lebih tepat, sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan dan pelayanan kepada pengguna jasa dapat berjalan dengan baik,” kata Rushan.
Baca Juga: Kementan Siapkan Anggaran Rp28 Triliun, Fokus Pertahankan Swasembada dan Hilirisasi 2027
Menurut Rushan, sinergi berkelanjutan antara pihak regulator, operator terminal, maskapai pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan lain harus terus diperkokoh agar tiap tahapan rantai pelayanan kepelabuhanan berlangsung secara terpadu.
Merespons dukungan tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen untuk terus memantapkan mekanisme koordinasi dan keterbukaan informasi.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga standar kelancaran pelayanan terminal, melainkan juga menyokong penguatan arus logistik serta konektivitas ekonomi di wilayah Maluku Utara. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis