Atasi Kebakaran Hutan RI, Malaysia Bakal Kolaborasi Modifikasi Cuaca

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:16 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menjelaskan rencana kolaborasi modifikasi cuaca RI-Malaysia untuk atasi karhutla dan kabut asap, Selasa (25/8/2026).
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menjelaskan rencana kolaborasi modifikasi cuaca RI-Malaysia untuk atasi karhutla dan kabut asap, Selasa (25/8/2026).

 

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia terkait penanganan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak hingga ke negara tetangga.

Pemerintah Malaysia berencana melakukan modifikasi cuaca berupa hujan buatan untuk membantu memadamkan titik-titik api.

"Barusan saya telepon dengan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia. Menteri Lingkungan Hidup Malaysia mengucapkan terima kasih kepada kerja keras yang ada di Kalimantan ini khususnya, tentu juga Sumatra, karena bisa mengurangi dampak apabila ada angin yang mengarah ke sana kira-kira begitu. Dan dia menghargai betul," ujar Jumhur dalam keterangan video, dikutip Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Gempa Susulan Flores Tembus 7.029 Kejadian, M4,1 Kembali Guncang Manggarai

Jumhur menjelaskan, untuk pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut, Malaysia meminta izin kepada pemerintah Indonesia apabila pesawat yang digunakan harus melintasi wilayah udara Indonesia.

Kementerian LH menyatakan tidak berkeberatan dan telah berkoordinasi dengan Panglima TNI terkait proses perizinan teknisnya. Ia berharap hujan buatan tersebut juga dapat memberi manfaat bagi wilayah Indonesia, tidak hanya Malaysia bagian utara.

Selain membahas modifikasi cuaca, Jumhur menyebut Menteri Lingkungan Hidup Malaysia turut mempersilakan pemerintah Indonesia menindak perusahaan asal Malaysia yang terbukti melakukan pembakaran lahan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Baca Juga: Banyak Warga Bingung soal Desil DTSEN, BPS Ungkap Variabel yang Jadi Penentu

"Dia juga berterima kasih apabila ada perusahaan-perusahaan dari Malaysia, misalnya yang juga memiliki sawit yang banyak di Indonesia, ternyata melakukan hal yang tidak baik, dia minta itu juga silahkan untuk dilakukan tindakan," kata Jumhur.

Jumhur menambahkan, kedua negara telah memiliki kesepahaman terkait Transboundary Haze Pollution, yakni pencemaran kabut asap lintas batas negara akibat karhutla, yang ke depan akan ditingkatkan menjadi kolaborasi tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar komitmen semata.

Jumhur menegaskan pemerintah Malaysia telah menyatakan kesiapan penuh untuk membantu Indonesia dalam penanganan karhutla dan pencemaran asap lintas batas ke depannya.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
kalimantan karhutla modifikasi cuaca malaysia