Pemprov Jatim Kirim 64,4 Ton Bantuan Gelombang Kedua untuk Korban Gempa NTT

Hany Akasah • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:26 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melepas pengiriman 64,4 ton bantuan logistik bagi korban gempa bumi NTT di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026).
Gubernur Khofifah melepas pengiriman 64,4 ton bantuan logistik bagi korban gempa bumi NTT di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026).

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 64,4 ton logistik diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026) malam, sebagai pengiriman gelombang kedua.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengiriman kali ini menyusul bantuan gelombang pertama sebanyak 8,4 ton yang telah dikirim pada 17 Agustus 2026, sehingga total bantuan yang telah dikirim mencapai lebih dari 72 ton.

Baca Juga: BAZNAS Perkirakan Kerugian Gempa NTT Capai Rp2,2 Triliun, Fokus Pulihkan Mustahik

"Jadi kita waktu itu (17 Agustus 2026) bisa kirim 8,4 ton. Dan malam ini yang sudah terkumpul sekitar 64 ton, kita punya target sampai dengan 100 ton," kata Khofifah saat melepas bantuan di Pelabuhan Tanjung Perak.

Puluhan ton bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan KM Dharma Rucitra VII menuju Pelabuhan Labuan Bajo, NTT.

Setibanya di lokasi, bantuan akan diserahkan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Tunjangan Guru Jatim Rp274,57 Miliar Belum Dibayar, Bagaimana Nasibnya di APBD 2026

Khofifah menjelaskan bantuan yang dikirim tidak hanya berupa bahan makanan, melainkan juga pakaian, perlengkapan mandi, hingga obat-obatan yang telah diidentifikasi tim medis Pemprov Jatim yang lebih dulu diberangkatkan pada 17 Agustus lalu.

"Cukup banyak yang kita kirim. Bukan cuma makanan, pakaian, dan peralatan mandi. Ada juga obat-obatan yang sudah diidentifikasi oleh tim dokter yang sudah lebih dulu kita kirim tanggal 17 Agustus lalu," katanya.

Khofifah menegaskan bantuan ini merupakan wujud solidaritas antardaerah, agar masyarakat NTT tidak merasa menghadapi dampak gempa seorang diri.

Baca Juga: Harga Sewa Stan Kecil di KBS Surabaya Rp600 Ribu Sehari, Harga Makanan Jadi Sorotan

"Tentu kita berharap bahwa ini bantuan kemanusiaan untuk saudara kita yang terdampak gempa di NTT, agar mereka merasa tidak sendirian, karena semua daerah Indonesia ini gotong royong membantu," tuturnya.

Khofifah turut menyampaikan belasungkawa bagi seluruh masyarakat terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026).

"Semoga yang tertimpa musibah tetap semangat melanjutkan hidup mereka bersama keluarga. Yang meninggal semoga mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan, dan yang dirawat di rumah sakit segera sembuh," pungkasnya.

Baca Juga: Yamaha Hadir di BNI WondrX, Suguhkan Momen Istimewa dengan Promo Melimpah

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surbaya Bisnis
Gempa NTT jawa timur pemprov jatim bantuan logistik