Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 16:18 WIB
Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami erupsi 4 kali pada Senin (17/8/2026). PVMBG melarang aktivitas warga dalam radius 3 km dari kawah aktif.
Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami erupsi 4 kali pada Senin (17/8/2026). PVMBG melarang aktivitas warga dalam radius 3 km dari kawah aktif.

RADAR SURABAYA BISNIS – Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Senin (17/8/2026), gunung api ini tercatat mengalami erupsi sebanyak empat kali dalam rentang waktu yang berdekatan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, erupsi keempat atau letusan terakhir menjadi yang paling signifikan dengan durasi mencapai 197 detik. Letusan ini menghasilkan lontaran material vulkanik tertinggi dari rangkaian erupsi yang terjadi sejak Senin malam hingga sore hari.

Menyusul rentetan erupsi ini, PVMBG mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat. Wisatawan, nelayan, maupun warga lokal dilarang keras mendekati area kawah aktif dalam radius 3 kilometer.

Baca Juga: Cukai Rokok Bakal Dirombak! Ada Layer Baru, Rokok Ilegal Diburu

Pemantauan Intensif dan Status Gunung

Berdasarkan pengamatan petugas di pos pantau, aktivitas Gunung Anak Krakatau ditandai dengan semburan kolom abu vulkanik dan gempa letusan yang berulang dengan amplitudo bervariasi. Saat ini, status aktivitas gunung masih berada pada tingkat Waspada/Siaga.

Pihak berwenang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyiagakan tim untuk melakukan pemantauan selama 24 jam penuh. Langkah mitigasi juga terus disiapkan untuk mengantisipasi potensi peningkatan status gunung api.

Baca Juga: Update Gempa NTT: BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan, Pemprov Tetapkan Tanggap Darurat

Imbauan Anti-Hoaks untuk Warga Banten dan Lampung

Selain ancaman abu vulkanik, PVMBG juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas informasi di tengah masyarakat. Warga di kawasan pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa di luar zona merah, dan tidak mudah terpancing oleh isu atau hoaks yang mengaitkan erupsi ini dengan potensi tsunami.

Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta BPBD setempat.

Baca Juga: Cek Harga BBM Hari Ini 17 Agustus 2026: Pertamina, Shell, dan BP Kompak Stabil di HUT ke-81 RI

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surbaya Bisnis
Gunung Anak Krakatau PVMBG Banten erupsi lampung