RADAR SURABAYA BISNIS – TNI Angkatan Udara (AU) tengah mengkaji potensi penggunaan sejumlah ruas jalan tol di Jawa Timur, termasuk Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), sebagai landasan pacu alternatif bagi pesawat militer.
Langkah strategis ini disiapkan untuk mendukung operasi penerbangan apabila pangkalan udara utama tidak dapat digunakan dalam kondisi darurat.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi bahwa peninjauan terhadap sejumlah ruas jalan tol sedang berlangsung.
Baca Juga: Marak Pencurian Fasum Taman Surabaya, Warga yang Berani Lapor Dapat Hadiah Uang Tunai!
"Itu menjadi salah satu rencana, tetapi hingga saat ini masih terus ditinjau," ungkap Nyoman dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Rencana alih fungsi darurat ini sebelumnya telah dibahas secara mendalam dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau), Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi, di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak TNI AU mengevaluasi berbagai kebutuhan teknis yang wajib dipenuhi agar aspal jalan tol layak dan aman digunakan sebagai landasan pesawat.
Baca Juga: Promo HUT RI ke-81! Naik Trans Jatim dan Suroboyo Bus Cuma Rp 81 Pakai QRIS
Nyoman menambahkan bahwa Wakasau secara khusus menekankan pentingnya persiapan yang cermat. Seluruh unsur yang terlibat diinstruksikan untuk selalu mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan dalam setiap tahapan kajian.
Lebih lanjut, Nyoman menegaskan bahwa meskipun Tol Probolinggo-Banyuwangi masuk ke dalam rencana peninjauan, pihak TNI AU belum menetapkannya secara resmi sebagai lokasi landasan alternatif.
Kajian komprehensif yang mencakup kesiapan infrastruktur, aspek teknis, hingga prosedur keamanan harus diselesaikan sebelum sebuah ruas jalan tol mendapat izin operasional darurat.
Baca Juga: HUT ke-81 RI Makin Dekat, Kepala Bakom Keluarkan Imbauan Penting soal Medsos
Ke depannya, TNI AU akan terus melanjutkan survei lapangan dan persiapan teknis sebelum rencana strategis ini dapat direalisasikan sepenuhnya.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis