Pemkot Surabaya Beri BPJS dan Pelatihan Usaha untuk Ojol Perempuan

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:27 WIB
KEMANDIRIAN EKONOMI: Srikandi ojol di Surabaya antusias mengikuti pelatihan keterampilan guna tingkatkan ekonomi.
KEMANDIRIAN EKONOMI: Srikandi ojol di Surabaya antusias mengikuti pelatihan keterampilan guna tingkatkan ekonomi.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi pengemudi ojek online (ojol) perempuan. 

Langkah strategis ini diwujudkan melalui pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan serta berbagai program pelatihan keterampilan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa profesi pengemudi ojol memiliki risiko kerja yang tinggi. Oleh karena itu, intervensi utama dari pemerintah adalah memastikan mereka terlindungi.

Baca Juga: Harga Referensi CPO Agustus 2026 Turun, Biji Kakao Melambung Tinggi

Hingga saat ini, dari total sekitar 21.000 hingga 22.000 pengemudi ojol di Surabaya, sebanyak 1.008 orang telah terdata dan mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan ini tidak hanya menyasar pengemudi perempuan (Srikandi), tetapi juga pengemudi laki-laki (Arjuna).

"Manfaat dari program ini sudah dirasakan oleh pengemudi, mulai dari santunan kematian hingga beasiswa pendidikan bagi anak hingga jenjang perguruan tinggi. Tujuannya jelas, untuk mencegah munculnya kemiskinan baru apabila pencari nafkah utama mengalami musibah," ungkap Agus Hebi.

Selain perlindungan sosial, Disperinaker juga menyiapkan program peningkatan keterampilan. Tujuannya agar para pengemudi ojol perempuan memiliki opsi untuk bekerja dari rumah. 

Baca Juga: Kenali Ciri Beras Premium Sesuai Standar Pemerintah, Jangan Sampai Salah Beli!

Pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan, seperti menjahit, dengan dukungan alat dari CSR Baznas atau pihak lainnya.

Meski demikian, Agus Hebi menekankan bahwa bantuan alat saja tidak cukup. 

"Pendampingan mental dan penguatan pola pikir berwirausaha sangat penting agar usaha yang dijalankan dapat bertahan," tambahnya.

Baca Juga: Sumbang 60 Persen Susu Nasional, Pasuruan Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menyatakan bahwa program ini juga menyasar perempuan penyandang disabilitas agar berdaya secara ekonomi.

Program pendampingan bagi ojol perempuan sebenarnya telah berjalan sejak 2025. Tahun lalu, sekitar 150 pengemudi perempuan telah menerima berbagai pelatihan, mulai dari kelas memasak, tata rias (MUA), hingga pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Ida menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Harapannya, para pengemudi ojol perempuan dapat mengurangi jam kerja di jalanan, namun tetap memiliki sumber pendapatan yang stabil dari rumah.

Baca Juga: Resmi! BPOM Terapkan Aturan Nutri-Level pada Kemasan Makanan, Pahami 4 Kode Warnanya

Tantangan terbesarnya, menurut Ida, adalah membangun semangat dan konsistensi. Berbeda dengan pekerjaan ojol yang memberikan penghasilan harian, membangun usaha dari hasil pelatihan membutuhkan proses dan waktu yang tidak instan.

"Penguatan motivasi dan daya juang ini yang terus menjadi fokus kami, agar kesejahteraan keluarga pengemudi ojol perempuan benar-benar meningkat," tutup Ida.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
pelatihan gratis ojol perempuan pemkot surabaya ojek online bpjs ketenagakerjaan