RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Prabowo Subianto mendorong sinergi strategis antara perguruan tinggi dan PT PAL untuk memperkuat kapasitas industri perkapalan nasional.
Arahan ini menjadi fokus utama dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa tingginya kebutuhan kapal di Indonesia, mulai dari angkutan penumpang hingga logistik domestik, merupakan potensi pasar yang besar. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perguruan tinggi diminta memfokuskan pengembangan riset dan teknologi kelautan.
Baca Juga: Kenaikan Tarif Tol Mulai Dibahas, Tiga Ruas Tol Ini Masuk Daftar Evaluasi
“Bersama PT PAL nanti riset-riset, kajian-kajian, dan guru besar yang terkait bidang perkapalan bisa menumbuhkan industri kapal kita, sehingga kebutuhan kita bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri,” ujar Brian usai rapat terbatas.
Langkah penguatan dari sektor akademik ini sejalan dengan kesiapan sektor industri. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas industri galangan kapal, baik yang dikelola BUMN maupun swasta nasional.
“Kita ingin coba majukan sehingga penerapan pembuatan kapal-kapal itu bisa dilakukan di Indonesia, dan tentunya sesuai dengan standar internasional yang baik,” kata Rosan.
Melalui integrasi kekuatan riset perguruan tinggi, kapasitas produksi nasional, dan dukungan penuh pemerintah, industri perkapalan ditargetkan tumbuh menjadi sektor strategis.
Langkah ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja baru, memperkuat kemandirian industri dalam negeri, serta mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara maritim yang berdaya saing global.
Baca Juga: Pasar Halal Global Bernilai Fantastis, Berikut Lima Sektor Unggulan Indonesia
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis