Topang Rantai Pasok Nasional, TTL Group Catat Lonjakan Peti Kemas Internasional di Semester I 2026

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:22 WIB
CAPAIAN SOLID : Melalui transformasi digital dan perluasan konektivitas maritim, TTL Group berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi operasional demi memperkuat daya saing rantai pasok dan logistik nasional. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
CAPAIAN SOLID : Melalui transformasi digital dan perluasan konektivitas maritim, TTL Group berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi operasional demi memperkuat daya saing rantai pasok dan logistik nasional. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

 

RADAR SURABAYA BISNIS -  PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group membukukan kinerja positif pada Semester I 2026 dengan mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 13,3% mencapai 1.474.492 TEUs, yang terutama ditopang oleh lonjakan signifikan pada peti kemas internasional sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung rantai pasok dan sektor logistik nasional.

Hasil ini dicapai berkat strategi ekspansi layanan internasional TPK Teluk Lamong yang berhasil mendongkrak intensitas kunjungan kapal (vessel call) internasional hingga 255 call—tumbuh hampir 60% dibanding 160 call pada periode tahun lalu.

Bertambahnya layanan pelayaran internasional ini secara langsung memperkuat konektivitas jaringan logistik global, meningkatkan daya saing terminal, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa.

Kontribusi positif juga disumbangkan oleh TPK Nilam yang mencatat pertumbuhan throughput sebesar 21,07%.

Kinerja ini didukung oleh implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) melalui sinergi antara PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak dalam mengoptimalkan pengelolaan Zona Labuh 2 Surabaya.

Program tersebut sukses meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, yang terlihat dari kenaikan vessel call TPK Nilam dari 383 call menjadi 399 call pada Semester I 2026.

Baca Juga: Euforia di Tengah Krisis, Warga Gaza Turut Rayakan Kemenangan Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Menanggapi capaian tersebut, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa hasil ini merupakan buah dedikasi seluruh insan perusahaan, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta kepercayaan pelanggan.

Beliau menegaskan bahwa pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang Semester I 2026 menjadi katalis positif bagi aktivitas kepelabuhanan.

Untuk itu, perusahaan bertekad terus mengakselerasi transformasi melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas operasional, dan penguatan kualitas layanan agar semakin andal, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan pelanggan, sembari memperluas konektivitas maritim demi memperkuat daya saing Indonesia.

Baca Juga: Harga Telur Jatuh, Biaya Pakan Malah Naik, Peternak Jombang Terancam Rugi Besar

Memasuki Semester II Tahun 2026, PT Terminal Teluk Lamong Group berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif strategis. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas implementasi program EAZI ke TPK Berlian menyusul keberhasilannya di TPK Nilam.

Dengan fondasi kinerja Semester I 2026 yang solid, perusahaan optimistis dapat mencapai target tahunan sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai operator terminal peti kemas yang modern, efisien, dan berkelanjutan. (han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
internasional kinerja terminal teluk lamong maritim logistik