RADAR SURABAYA BISNIS - PT INKA atau PT Industri Kereta Api (Persero) kembali mengirimkan unit ke-17 dan ke-18 locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pada Jumat (10/7).
Pengiriman ini merupakan bagian dari kontrak pengadaan 50 unit senilai Rp145 miliar (setara USD8,4 juta) yang ditandatangani pada 2021 lalu. Kolaborasi strategis ini tidak hanya mencerminkan sinergi antar-BUMN dalam mendukung kelancaran rantai logistik ekspor nasional, tetapi juga memperkuat kapasitas dan daya saing industri perkeretaapian domestik di pasar global.
Langkah ini sekaligus menegaskan keberlanjutan ekspansi dan penetrasi pasar INKA di kawasan internasional, khususnya Australia dan Selandia Baru.
Rekam jejak INKA di kedua negara tetangga tersebut terbilang solid, dengan total pengiriman yang kini telah melampaui 1.000 unit gerbong barang serta belasan unit locomotive platform. Melalui keberhasilan kontrak jangka panjang ini, produk manufaktur perkeretaapian Indonesia terbukti mampu memenuhi standar ketat dan kebutuhan transportasi para pelanggan global secara berkelanjutan.
Komisaris PT INKA (Persero), Sangap Surbakti, menyampaikan bahwa pencapaian ini membuktikan kualitas produk manufaktur perkeretaapian nasional yang semakin diakui dunia.
“Pengiriman ini merupakan capaian penting bagi INKA karena menunjukkan bahwa produk manufaktur perkeretaapian nasional tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga dapat diterima oleh pasar internasional. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung kelancaran proses pengiriman ini serta seluruh Insan INKA,” ujar Sangap.
Lebih lanjut, Sangap menekankan bahwa misi ekspor ini mengemban reputasi negara di kancah global. Oleh karena itu, dukungan ekosistem domestik yang suportif sangat krusial bagi daya saing korporasi.
“Sebagai perusahaan negara yang menjalankan kegiatan ekspor, INKA tidak hanya membawa kepentingan perusahaan, tetapi juga nama dan reputasi Indonesia di pasar internasional. Oleh karena itu, kami berharap dukungan terhadap kegiatan ekspor produk industri nasional dapat terus diperkuat melalui regulasi yang kondusif, proses perizinan yang efisien, serta koordinasi lintas instansi. Dukungan tersebut penting agar perusahaan Indonesia mampu memenuhi komitmen kepada pelanggan global dan semakin kompetitif di pasar internasional,” pungkas Sangap Surbakti. (rir/han)
Editor : Hany Akasah