Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Haji 2026 Resmi Berakhir, Kemnhaj Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Haji untuk 2027

Hany Akasah • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:05 WIB
EVALUASI PELAKSANAAN: Menhaj Moch. Irfan Yusuf menutup operasional Haji 2026 di Surabaya, menyoroti tata kelola layanan.
EVALUASI PELAKSANAAN: Menhaj Moch. Irfan Yusuf menutup operasional Haji 2026 di Surabaya, menyoroti tata kelola layanan.

RADAR SURABAYA BISNIS — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara resmi menutup rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

Di balik suksesnya kepulangan seluruh jemaah ke Tanah Air, penyelenggaraan tahun ini mencatatkan rekor luar biasa dalam hal pengelolaan rantai pasok logistik dan manajemen layanan bisnis bagi ratusan ribu jemaah.

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (1/7/2026), memaparkan bahwa pemerintah telah melayani total 219.221 jemaah, yang terdiri dari 202.636 jemaah haji reguler dan 16.585 jemaah haji khusus. 

Baca Juga: Pameran MBG di Surabaya, Tampilkan Kritik Sosial, Ternyata Ini Kepanjangannya

Besarnya jumlah jemaah ini berbanding lurus dengan skala operasional logistik yang dikelola Kemenhaj di Arab Saudi.

Berdasarkan data Kemenhaj, selama masa operasional, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 24,18 juta boks makanan untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah terpenuhi. 

Dari sisi manajemen transportasi, tercatat perputaran yang masif dengan pengoperasian 15.212 rit bus antarkota perhajian serta 11.990 perjalanan bus shalawat.

Baca Juga: Pemerintah dan Marketplace Sepakat Tunda Kenaikan Biaya Layanan, Ini Alasannya!

"Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir," ujar Irfan Yusuf.

Dalam aspek tata kelola dan efisiensi bisnis, Kemenhaj tahun ini juga menghadirkan sejumlah inovasi penting. Beberapa di antaranya meliputi penerapan alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan, digitalisasi layanan, hingga langkah strategis percepatan penyelesaian berbagai kontrak layanan di Arab Saudi. 

Kebijakan ini terbukti efektif dalam memangkas biaya haji tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diterima jemaah.

Baca Juga: Pakar ITS Ungkap Risiko Biodiesel B50, Efek Filter Tersumbat hingga Korosi Mesin

Meski dinilai sukses dalam manajemen operasional skala besar, Menhaj menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan tetap dilakukan, khususnya terkait layanan di Mina dan penguatan infrastruktur kesehatan. 

Hal ini merupakan bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan Kemenhaj dalam menciptakan ekosistem penyelenggaraan haji yang profesional, berorientasi pada kenyamanan jemaah, dan adaptif menyambut musim haji 2027.

Baca Juga: Generasi Z Makin Disiplin Menabung, Aplikasi Keuangan Digital Jadi Andalan

Editor : Hany Akasah
#Kemenhaj #gus irfan #evaluasi #jamaah #haji