RADAR SURABAYA BISNIS - PT Patra Logistik terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung PT Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Sulawesi.
Sepanjang periode Januari hingga pertengahan Juni 2026, perusahaan tercatat telah mendukung penyaluran lebih dari 12,28 juta liter bahan bakar minyak (BBM).
Pasokan energi ini dialokasikan untuk menyokong berbagai sektor strategis, mulai dari sektor energi, industri, perkebunan, pertambangan, pemerintahan, hingga objek vital nasional.
Tantangan utama dalam distribusi energi di Sulawesi terletak pada karakteristik geografisnya yang sangat beragam. Untuk menjangkau lokasi operasional pelanggan yang tersebar di kawasan daratan hingga kepulauan, PT Patra Logistik mengoperasikan sebanyak 96 armada yang terdiri atas mobil tangki dan kapal distribusi.
Baca Juga: Sokong Energi Malang Raya, Patra Logistik Pasok 2,5 Juta Liter BBM per Hari ke Ratusan Outlet
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kebutuhan energi pelanggan dapat terpenuhi secara aman, andal, dan tepat waktu, sekaligus menjaga kontinuitas operasional di berbagai sektor tersebut.
Area Manager Sulawesi PT Patra Logistik, Herviyonda Setiawan, menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Sulawesi yang unik menuntut kesiapan operasional yang tinggi.
"Distribusi energi di Sulawesi memiliki tantangan yang beragam, baik dari sisi geografis maupun kebutuhan operasional pelanggan. Karena itu, kami terus memperkuat kesiapan armada, kompetensi pekerja, serta penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) agar layanan distribusi dapat berjalan aman, andal, dan tepat waktu," ujarnya.
Baca Juga: Siap Terapkan Sistem RTC Nasional, Patra Logistik Modernisasi Pemantauan Armada
Ke depan, PT Patra Logistik berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas operasionalnya secara berkelanjutan. Melalui optimalisasi armada, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan layanan logistik yang adaptif, perusahaan siap mendukung kebutuhan distribusi energi yang lebih luas di berbagai wilayah Indonesia. (han)
Editor : Hany Akasah