Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jawa Timur Jadi Daerah dengan Jemaah Haji Wafat Terbanyak, Mayoritas Karena Ini

Rahmat Sudrajat • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:47 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti tingginya angka kematian jemaah haji asal Jawa Timur.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti tingginya angka kematian jemaah haji asal Jawa Timur.

 

radarsurabayabisnis.id - Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah jemaah haji wafat terbanyak di Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Hingga saat ini, sebanyak 65 jemaah asal Jawa Timur meninggal dunia di Tanah Suci, meski jumlah tersebut telah menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai lebih dari 100 orang.

Tingginya angka kematian tersebut mendapat perhatian khusus dari Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia meminta Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur memperketat pemeriksaan istitaah kesehatan bagi calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun depan.

Baca Juga: Keajaiban di Tanah Suci, Divonis Stroke, Jemaah Haji Asal Lamongan Sembuh, Dapat Amalan dari Kiai

"Catatan buat Jawa Timur. Ke depan, memang yang harus kita perketat itu istitaah kesehatan. Karena Jawa Timur adalah salah satu daerah yang tingkat mortalitasnya tinggi, tingkat kematian jemaahnya tinggi. Hari ini 65 orang," ujar Dahnil saat berada di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Dahnil, meski angka kematian mengalami penurunan dibanding musim haji sebelumnya, Jawa Timur masih menjadi daerah dengan jumlah jemaah wafat tertinggi secara nasional.

"Memang ada penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu sudah lebih dari 100, tapi tahun ini 65 orang. Namun, itu relatif masih menjadi penyumbang tertinggi di Indonesia," katanya.

Pemerintah berencana memperketat pemeriksaan istitaah kesehatan sebelum calon jemaah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Langkah ini bertujuan memastikan hanya jemaah dengan kondisi kesehatan yang memenuhi syarat yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Baca Juga: Rombak Skema Haji 2027, Arab Saudi Terapkan 3 Kategori Baru Pengganti Paket D

"Kita akan lebih memperketat istitaah supaya beliau-beliau yang berangkat itu adalah yang memang kesehatannya prima. Itu bisa menekan jumlah kematian yang terjadi di Tanah Suci," tegas Dahnil.

Ia menjelaskan, mayoritas jemaah yang meninggal dunia mengalami penyakit jantung, pneumonia, gangguan pernapasan, hipertensi, serta memiliki penyakit penyerta atau komorbid sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur sekaligus Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, mengatakan kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) menjadi salah satu faktor yang memicu gangguan fungsi jantung pada jemaah.

Menurutnya, evaluasi terhadap kondisi fisik jemaah sebelum keberangkatan hingga selama menjalankan ibadah akan menjadi perhatian utama agar angka kematian jemaah haji asal Jawa Timur dapat ditekan pada musim haji mendatang.

Editor : Hany Akasah
#Dahnil Anzar Simanjuntak #Kemenhaj #Haji 2026 #jemaah haji