radarsurabayabisnis.id - Penantian panjang selama 14 tahun untuk menunaikan ibadah haji nyaris berakhir dengan kekecewaan bagi Mat Heni (58), warga Desa Brumbung, Kecamatan Made, Lamongan. Beberapa waktu sebelum keberangkatan, ia didiagnosis menderita stroke yang membuatnya kesulitan berjalan dan berbicara.
Namun di tengah kondisi kesehatan yang menurun, Mat Heni dan istrinya, Muntiani Maskor (54), tetap menyimpan harapan besar untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Keyakinan dan doa yang terus dipanjatkan akhirnya mengantarkan pasangan tersebut menjadi tamu Allah pada musim haji tahun ini.
Baca Juga: Dipuji Arab Saudi karena Disiplin, Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Terbesar se-Indonesia
Mat Heni tergabung dalam Kloter 33 dan berhasil menjalankan rangkaian ibadah haji dengan kondisi yang jauh lebih baik dari perkiraan.
Sempat Sulit Berjalan, Kini Mampu Umrah Tujuh Kali
Pengalaman yang dialami Mat Heni di Tanah Suci menjadi cerita yang membekas bagi dirinya dan keluarga. Selama berada di Madinah dan Makkah, kondisi fisiknya berangsur membaik.
Jika sebelumnya ia mengalami kesulitan berjalan akibat stroke, selama di Arab Saudi ia mampu beraktivitas secara mandiri dan bahkan melaksanakan ibadah umrah hingga tujuh kali tanpa menggunakan kursi roda.
Perubahan tersebut membuat dirinya tak henti-hentinya bersyukur sepanjang menjalankan ibadah.
Baca Juga: Rombak Skema Haji 2027, Arab Saudi Terapkan 3 Kategori Baru Pengganti Paket D
"Saya terus menangis melihat Ka'bah, tidak menyangka bisa benar-benar sampai ke Tanah Suci," tuturnya saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Kamis (11/6).
Rutin Membaca Ayat Kursi Sebelum Berangkat
Mat Heni mengaku selama masa penantian keberangkatan haji ia rutin mengamalkan bacaan Ayat Kursi setiap hari. Amalan tersebut diperolehnya dari seorang kiai yang menjadi pembimbing spiritualnya.
Menurutnya, doa dan ikhtiar tersebut menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang dialami.
"Hampir setiap hari saya membaca Ayat Kursi dan berdoa agar diberikan kesehatan serta kemudahan beribadah. Amalan itu diberikan oleh pak kiai kepada saya," ungkapnya.
Pola Makan Berubah Selama di Makkah dan Madinah
Tak hanya kondisi fisik yang membaik, Mat Heni juga merasakan perubahan pada pola makannya selama berada di Tanah Suci.
Jika selama di Indonesia ia sangat menjaga makanan dan menghindari konsumsi daging karena alasan kesehatan, kebiasaan itu berubah saat menjalani ibadah haji.
Ia mengaku bisa menikmati berbagai makanan, termasuk daging, tanpa mengalami keluhan yang berarti.
"Kalau di rumah saya tidak mau makan daging. Tetapi selama di Madinah dan Makkah saya bisa makan dengan lahap dan merasa nyaman," katanya.
Penantian 14 Tahun Berbuah Kebahagiaan
Bagi Mat Heni dan istrinya, perjalanan haji tahun ini bukan sekadar ibadah, melainkan perjalanan penuh perjuangan, kesabaran, dan harapan.
Setelah menunggu selama 14 tahun dan menghadapi ujian kesehatan yang berat, pasangan asal Lamongan tersebut akhirnya dapat menuntaskan impian mereka mengunjungi Baitullah.
Mereka pulang ke tanah air dengan membawa kenangan mendalam serta keyakinan bahwa doa, kesabaran, dan ikhtiar dapat membuka jalan yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Editor : Hany Akasah