RADAR SURABAYA BISNIS — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menerima kunjungan edukatif dari Queensway Secondary School Singapura pada Rabu (3/6).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan praktik kepelabuhanan modern kepada generasi muda. Sebanyak 35 siswa beserta guru pendamping berkesempatan mempelajari sistem operasional terminal peti kemas berbasis otomasi, penerapan konsep green & smart port, serta peran strategis pelabuhan dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional dan global.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemaparan mendalam mengenai profil perusahaan, proses bisnis terminal peti kemas, serta transformasi digital yang diterapkan TTL demi mendukung operasional yang efisien, aman, dan berkelanjutan.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya sektor maritim dan logistik sebagai penggerak utama perdagangan internasional.
Baca Juga: Impor Migas Melonjak 82,52 Persen, ESDM Siapkan Strategi Baru Saat Dolar AS Tembus Rp18.049
Sebagai terminal peti kemas semi-otomatis pertama di Indonesia, PT Terminal Teluk Lamong telah mengoperasikan berbagai teknologi modern.
Beberapa di antaranya meliputi Automated Stacking Crane (ASC), Optical Character Recognition (OCR), serta sistem pengendalian operasional terpusat yang berfungsi mendongkrak produktivitas sekaligus kualitas layanan kepelabuhanan.
Selama kunjungan berlangsung, para peserta diajak meninjau langsung area dermaga dan lapangan penumpukan (container yard).
Mereka menyaksikan secara dekat proses bongkar muat kapal, operasional peralatan otomatis, serta seluruh aktivitas terminal yang telah terintegrasi dengan teknologi digital. Para siswa pun menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui sesi diskusi aktif mengenai operasional terminal, teknologi otomasi, hingga proyeksi masa depan industri maritim.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan PT Terminal Teluk Lamong sebagai terminal peti kemas modern yang mengedepankan inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan," ujar Dahlia Permatasari, Corporate Communication Manager PT Terminal Teluk Lamong.
Dahlia juga menambahkan bahwa pihak perusahaan berharap pengalaman belajar langsung di lapangan ini dapat memberikan perspektif baru bagi para siswa mengenai perkembangan industri maritim dan logistik yang kini semakin terhubung secara global.
Apresiasi tinggi turut datang dari pihak sekolah. Feroz Ali Bin Akbar Ali selaku Head of Department Queensway Secondary School, Singapura, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga yang diberikan kepada para anak didiknya untuk belajar langsung di lingkungan pelabuhan modern.
“Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi para siswa. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi otomasi dan prinsip keberlanjutan diterapkan dalam operasional pelabuhan modern," ungkap Feroz Ali. Ia menilai pengalaman terjun langsung seperti ini sangat memperkaya pemahaman siswa mengenai industri maritim global di luar teori ruang kelas.
Melalui agenda edukatif berskala internasional ini, PT Terminal Teluk Lamong berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memperluas wawasan generasi muda terhadap sektor maritim dan logistik global. Kunjungan dari institusi luar negeri ini sekaligus menjadi refleksi atas meningkatnya pengakuan dunia terhadap TTL sebagai salah satu pionir terminal peti kemas di Indonesia yang konsisten mengedepankan inovasi dan digitalisasi hijau. (han)