Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Cegah Kerugian Ratusan Miliar, BPH Migas Ubah Sistem QR Code BBM Subsidi Jadi Lebih Dinamis

Hany Akasah • Jumat, 5 Juni 2026 | 18:10 WIB
Seorang pengendara menunjukkan cetakan QR Code MyPertamina di SPBU.
Seorang pengendara menunjukkan cetakan QR Code MyPertamina di SPBU.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah bersiap memperbarui sistem keamanan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. 

Sistem Quick Response (QR) Code pada aplikasi MyPertamina yang selama ini bersifat statis akan diubah menjadi dinamis. Langkah strategis ini diambil guna menekan angka kebocoran subsidi yang berpotensi merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa perubahan ini mendesak dilakukan seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kerap disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Melonjak hingga Rp84.400 per Kg, Berikut Ini Efeknya dan Biang Keroknya

"QR Code ini sekarang kan statis, nanti akan dibuat dinamis. Dengan dinamis itu, tidak ada lagi potensi-potensi seperti pemalsuan atau duplikasi," tegas Wahyudi di Pelabuhan Peti Kemas Makassar, Sulawesi Selatan.

Modus yang marak terjadi saat ini melibatkan pemanfaatan AI untuk memanipulasi foto kendaraan dan pelat nomor, sehingga menyerupai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) asli. 

Dokumen palsu tersebut kemudian digunakan untuk mendaftarkan kendaraan bodong ke sistem MyPertamina. Dengan QR Code dinamis yang akan berganti secara berkala, celah keamanan ini dipastikan dapat tertutup rapat.

Baca Juga: Harga Telur di Peternak Jatim Anjlok, Tapi di Pasar Justru Naik, Ini Penjelasan Disperindag

Dari kacamata ekonomi, pengamanan sistem distribusi ini sangat krusial. Wahyudi memaparkan bahwa alokasi subsidi BBM bernilai fantastis. 

Di Provinsi Sulawesi Selatan saja, alokasi Solar subsidi mencapai 0,79 juta kiloliter per tahun (sekitar Rp15 triliun) dan Pertalite sekitar 1,4 juta kiloliter (sekitar Rp9 triliun). Secara keseluruhan, nilai subsidi BBM di wilayah tersebut melampaui Rp20 triliun per tahun.

Keberhasilan Polda Sulawesi Selatan baru-baru ini dalam mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi menjadi bukti nyata pentingnya pengawasan digital. 

Baca Juga: Purbaya Siapkan Insentif Menarik Untuk Surat Utang baru yang Diterbitkan Danantara

Dari 45 tersangka yang diamankan beserta barang bukti 229.123 liter solar dan 3.031 liter Pertalite, negara berhasil diselamatkan dari kerugian besar.

"Dari temuan tadi, khusus untuk minyak solar saja, kalau kita hitung angkanya cukup signifikan yakni Rp361 miliar. Itu baru solar saja," tambah Wahyudi.

Langkah tegas BPH Migas ini mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina Patra Niaga. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyatakan komitmennya dalam menjalankan program digitalisasi Subsidi Tepat secara ketat.

Baca Juga: Media Asing Kompak Soroti Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000, Level Terlemah dalam Sejarah

"Kami terus melakukan *monitoring* bersama dan bersinergi dengan aparat penegak hukum serta Pemerintah Daerah terkait untuk memastikan distribusi subsidi BBM tepat sasaran," ujar Deny.

Pembaruan teknologi pengawasan distribusi BBM ini diharapkan mampu menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus memastikan bahwa hak masyarakat kelas bawah dan sektor produktif untuk menikmati energi terjangkau tidak direbut oleh pihak yang tidak berhak.

Editor : Hany Akasah
#MyPertamina #qr code #bbm #bph migas #ai