Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

190 Juta Perjalanan Penumpang, INACA Ungkap Potensi Besar Penerbangan Nasional

Hany Akasah • Rabu, 3 Juni 2026 | 17:12 WIB
ILUSTRASI: Data INACA menunjukkan bahwa sebelum pandemi COVID-19, pasar penerbangan domestik Indonesia mencapai sekitar 190 juta perjalanan penumpang.
ILUSTRASI: Data INACA menunjukkan bahwa sebelum pandemi COVID-19, pasar penerbangan domestik Indonesia mencapai sekitar 190 juta perjalanan penumpang.

radarsurabayabisnis.id - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mendorong penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun industri penerbangan yang berkelanjutan dan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menegaskan bahwa industri transportasi udara perlu memiliki strategi jangka panjang guna menghadapi berbagai tantangan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan. Hal itu disampaikan saat peluncuran buku Indonesia Aviation Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (3/6).

Menurut Denon, keberhasilan industri penerbangan nasional tidak hanya bergantung pada maskapai, tetapi juga membutuhkan sinergi yang kuat antara regulator, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, hingga pelaku industri pendukung lainnya.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Diprediksi Melonjak Hingga 35% Usai Perang Iran

"Kita harus membicarakan bagaimana tantangan 10–20 tahun ke depan atau tahun 2045 nanti. Bagaimana pola kerja sama antarpemangku kepentingan bisa menjadikan industri transportasi udara sebagai sektor yang benar-benar mendukung perekonomian nasional kita," ujarnya.

Buku Indonesia Aviation Outlook 2026 disusun sebagai panduan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merancang arah pengembangan industri penerbangan Indonesia secara berkelanjutan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan untuk memperkuat daya saing sektor penerbangan di tengah dinamika ekonomi global.

INACA menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, kebutuhan mobilitas udara diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur nasional.

Baca Juga: Kebutuhan Armada Melonjak, Airbus Buka Peluang Bangun Pabrik Pesawat di Indonesia

Selain mendukung konektivitas antardaerah, industri penerbangan juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi.

Denon menegaskan bahwa penguatan ekosistem penerbangan harus dilakukan secara menyeluruh. Infrastruktur yang semakin berkembang dan pasar domestik yang besar menjadi modal utama agar industri penerbangan Indonesia mampu tumbuh sehat dan bersaing di tingkat global.

Data INACA menunjukkan bahwa sebelum pandemi COVID-19, pasar penerbangan domestik Indonesia mencapai sekitar 190 juta perjalanan penumpang. Sebagian besar berasal dari rute domestik yang menjadi tulang punggung industri penerbangan nasional.

Besarnya pasar tersebut membuka peluang bagi maskapai berjadwal maupun tidak berjadwal untuk memperluas jaringan layanan sekaligus memperkuat konektivitas nasional, terutama ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses transportasi udara yang memadai.

Melalui Indonesia Aviation Outlook 2026, INACA berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun langkah strategis bersama guna menciptakan industri penerbangan yang kuat, kompetitif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Editor : Hany Akasah
#industri penerbangan #maskapai penerbangan #inaca #indonesia emas