RADAR SURABAYA BISNIS - Perkembangan harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional menunjukkan pergerakan yang cukup bervariasi pada pertengahan pekan ini, tepatnya Rabu, 3 Juni 2026.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, beberapa komoditas pangan utama mulai mengalami penyesuaian nilai jual akibat dinamika pasokan di tingkat produsen.
Salah satu sektor yang paling mencuri perhatian adalah kelompok minyak goreng, di mana pergerakan komoditas ini terpantau kompak mengalami kenaikan harga di semua lini secara serentak.
Kenaikan ini langsung berdampak pada pengeluaran harian rumah tangga mengingat minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan memasak paling mendasar bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Grafik Emas 3 Juni 2026 Stagnan, Saatnya Borong untuk Investasi Jangka Panjang
Secara lebih rinci, produk minyak goreng kemasan premium tercatat naik sebesar Rp110 dari hari sebelumnya, sehingga kini menyentuh angka Rp21.709 per liter.
Tren kenaikan harga ini kemudian disusul oleh minyak goreng kemasan sederhana yang mengalami lonjakan lebih tinggi, yakni naik sebesar Rp144 menjadi Rp18.720 per liter.
Tidak ketinggalan, komoditas minyak goreng curah dan produk subsidi pemerintah, MINYAKITA, juga ikut merangkak naik tipis. Minyak goreng curah kini berada di angka Rp20.575 per kilogram setelah naik sebesar Rp64, sementara MINYAKITA naik Rp13 menjadi Rp16.351 per liter.
Di sisi lain, komoditas pemanis seperti gula kristal putih pun mengalami kenaikan moderat sebesar Rp12, membuat harga ecerannya kini bertengger di level Rp17.228 per kilogram.
Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Ditunda, Momentum Evaluasi Alokasi Subsidi untuk Keadilan Ekonomi Daerah
Beralih ke sektor perbumbuan dan hortikultura, lonjakan harga paling signifikan dan mencolok di pasar hari ini terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Komoditas pedas ini melonjak naik secara tajam sebesar Rp1.845 atau sekitar 2,90% dari harga kemarin, yang membuat harga jualnya di tingkat pedagang kini menembus angka Rp65.488 per kilogram.
Selain cabai rawit, tren penguatan harga di sektor bumbu dapur ini juga diikuti oleh komoditas bawang merah. Bahan pangan ini terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp474, sehingga harganya kini harus ditebus konsumen pada angka Rp46.993 per kilogram.
Sebaliknya, angin segar dan kabar baik justru datang dari komoditas cabai merah besar yang dilaporkan mengalami penurunan harga cukup tajam.
Harga cabai merah besar melandai signifikan sebesar Rp1.252, sehingga nominalnya turun ke angka Rp53.827 per kilogram. Penurunan ini diharapkan mampu mengimbangi beban belanja masyarakat akibat naiknya harga cabai rawit merah.
Sementara itu, untuk kebutuhan pangan karbohidrat utama seperti beras, pergerakan harganya relatif bervariasi tergantung pada kualitas bulirnya. Untuk beras dengan mutu premium, harganya terpantau mengalami kenaikan tipis sebesar Rp15 menjadi Rp14.908 per kilogram.
Baca Juga: Aturan PPh UMKM 0,5 Persen Direvisi, Kini PT dan CV Resmi Kena Pajak 22 Persen dari Laba Bersih
Namun sebaliknya, beras kualitas medium justru mengalami penurunan harga sebesar Rp29, sehingga nilainya menjadi lebih ekonomis di angka Rp12.936 per kilogram.
Kabar melegakan bagi para ibu rumah tangga juga terlihat sangat jelas pada sektor daging dan protein hewani. Mayoritas komoditas di lini ini dilaporkan mengalami penurunan harga secara konsisten di sejumlah pasar tradisional, memberikan sedikit ruang bernapas bagi stabilitas pengeluaran dapur masyarakat.
Komoditas daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang penurunan harga paling signifikan hari ini, yakni turun sebesar Rp249 dan membuat harganya kini berada di angka Rp34.451 per kilogram.
Langkah penurunan ini juga disusul oleh komoditas daging ayam kampung yang merosot cukup dalam sebesar Rp816, sehingga kini dapat dibeli dengan kisaran harga Rp70.110 per ekor.
Tidak hanya sektor perunggasan, komoditas daging sapi paha belakang juga ikut terkoreksi tipis sebesar Rp70, membawa harga jualnya menjadi Rp124.279 per kilogram. Penurunan harga di sektor daging ini berjalan beriringan dengan komoditas telur ayam ras yang turun Rp90 menjadi Rp25.856 per kilogram, serta telur ayam kampung yang ikut turun ke angka Rp46.266 per kilogram.
Secara keseluruhan, fluktuasi harga yang terjadi pada pertengahan pekan ini diharapkan dapat terus dipantau dan dikendalikan oleh pihak terkait. Langkah pemantauan ini dinilai penting agar pergerakan nilai jual bahan-bahan pokok tersebut tetap berada dalam batas wajar dan tidak sampai mengganggu daya beli masyarakat luas. (nov/han)
Editor : Hany Akasah