RADAR SURABAYA BISNIS - Sektor bisnis, khususnya transportasi dan logistik, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul anomali cuaca yang terjadi di Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hujan lebat berpotensi terus melanda sejumlah wilayah Nusantara hingga akhir Mei 2026, meski 20,1% wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim kemarau dengan fenomena El Nino (indeks +1.00).
Kondisi ini berpotensi memberikan dampak langsung pada kelancaran rantai pasok (supply chain) dan infrastruktur bisnis. Banjir telah dilaporkan melanda beberapa daerah strategis pada Minggu (24/5/2026), termasuk Desa Waru Jaya dan Cijayanti di Kabupaten Bogor, serta wilayah Morowali yang dikenal sebagai salah satu pusat industri.
Baca Juga: Bukan Sekadar Wadah Bawaan, Koper Kini Jadi Simbol Status Gaya Hidup ala Gen Z
Berdasarkan analisis BMKG, turunnya hujan di tengah El Nino dipicu oleh dinamika atmosfer yang kompleks. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 4, dipadukan dengan Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan sirkulasi siklonik, secara signifikan meningkatkan pembentukan awan konvektif pembawa hujan.
Bagi pelaku usaha, peringatan dini BMKG untuk periode 25-28 Mei 2026 patut menjadi perhatian serius. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang berstatus Siaga di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
Sementara itu, peringatan angin kencang juga berlaku di jalur-jalur distribusi utama seperti Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.
Baca Juga: Lindungi Hak Petani, Mentan Amran Pertegas Aturan Distribusi Pupuk dan Beras
BMKG secara khusus memperingatkan potensi gangguan terhadap kelancaran perjalanan. "Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat... yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan," tegas peringatan BMKG.
Bagi sektor logistik, hal ini berarti potensi keterlambatan pengiriman barang akibat jalan licin, jarak pandang terbatas, hingga risiko jalur terputus akibat genangan.
Selain itu, pelaku usaha di bidang periklanan luar ruang dan infrastruktur juga diimbau waspada terhadap potensi pohon tumbang dan baliho roboh akibat angin kencang.
Baca Juga: PT DSI Disiapkan Jadi Pengendali Ekspor SDA Strategis, Alasan Kebocoran Jadi Fokus Prabowo
Masyarakat diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko cuaca ekstrem ini agar operasional bisnis dan distribusi barang tetap berjalan optimal di tengah anomali iklim tahun ini.
Editor : Hany Akasah