RADAR SURABAYA BISNIS – Google dilaporkan tengah menguji coba kebijakan baru terkait kapasitas penyimpanan (cloud storage) gratis bagi pengguna Gmail.
Berdasarkan uji coba di beberapa wilayah, kapasitas standar yang biasanya sebesar 15 GB kini dipangkas menjadi hanya 5 GB untuk pembuatan akun baru.
Menurut laporan dari Android Authority, kebijakan pembatasan ruang penyimpanan ini baru diterapkan secara terbatas di sejumlah negara di kawasan Afrika. Langkah ini diambil Google sebagai bagian dari uji coba ekosistem layanan mereka.
Baca Juga: Google Batasi Ruang Penyimpanan Gmail Akun Baru, Ini Cara Mengatasinya
Pihak Google menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan penyimpanan berkinerja tinggi, sekaligus mendorong pengguna meningkatkan keamanan data pribadi mereka.
Bagi pengguna baru yang terdampak aturan ini, Google tetap menyediakan opsi untuk memulihkan kapasitas penyimpanan kembali ke standar semula. Celah atau solusi ini sengaja disediakan untuk meningkatkan validasi pengguna.
Caranya adalah dengan menyertakan nomor telepon aktifNke dalam pengaturan akun Gmail saat melakukan pendaftaran.
Baca Juga: BYD Jadi Raja Mobil Listrik di Indonesia, Kuasai 40 Persen Pasar, 90.000 Unit Terjual
Setelah nomor telepon berhasil diverifikasi, sistem Google secara otomatis akan mengangkat pembatasan memori dan mengembalikan kapasitas ruang penyimpanan menjadi 15 GB.
Langkah membedakan kapasitas penyimpanan ini didasari oleh komitmen keamanan siber. Dengan memaksa atau mendorong pengguna menautkan nomor telepon, Google dapat menjamin autentikasi akun yang lebih kuat, salah satunya melalui fitur Two-Factor Authentication (2FA) atau autentikasi dua faktor.
Hingga saat ini, pihak Google belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai apakah kebijakan pembatasan memori Gmail gratisan ini akan diperluas ke wilayah Asia, Eropa, atau global di masa mendatang.
Baca Juga: Gerah Digugat, LPS Bakal Pantau Data 1.594 Bank Secara Real Time Awasi Bank bermasalah
Editor : Hany Akasah