RADAR SURABAYA BISNIS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui layanan Kereta Petani dan Pedagang di lintas Merak–Rangkasbitung.
Sejak resmi beroperasi pada 1 Desember 2025, layanan ini tercatat telah melayani 17.867 penumpang hingga medio Mei 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa kehadiran layanan ini merupakan solusi konkret untuk menghadirkan transportasi logistik yang terjangkau bagi pelaku usaha kecil, terutama petani dan pedagang pasar tradisional.
“Bagi petani dan pedagang kecil, selisih ongkos perjalanan sangat berarti. Saat biaya distribusi lebih ringan, mereka dapat membawa hasil panen lebih banyak, menjaga usaha tetap berjalan, dan mempertahankan penghasilan untuk keluarga,” ujar Anne dalam keterangan tertulisnya.
Keunggulan utama kereta ini terletak pada modifikasi interiornya. Hasil kreasi Balai Yasa Surabaya Gubeng ini mengubah tatanan kursi menjadi sejajar dengan dinding kereta.
Desain ini menciptakan ruang bagasi yang jauh lebih luas dibandingkan kereta komuter standar, sehingga mampu menampung barang bawaan hasil bumi dalam jumlah besar.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Kamis 14 Mei 2026, Cabai Kompak Turun
Tak hanya itu, lebar pintu kereta ditingkatkan menjadi 900 milimeter. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses bongkar muat barang bawaan penumpang, sehingga efisiensi waktu di setiap stasiun tetap terjaga.
Guna memastikan layanan ini dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, tarif per perjalanan ditetapkan sebesar Rp 3.000 melalui skema subsidi Public Service Obligation (PSO).
Dengan harga yang sangat kompetitif ini, KAI berharap rantai distribusi pangan dari daerah penghasil ke pasar-pasar di Banten menjadi lebih lancar.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan Setelah Koreksi di Perdagangan Sebelumnya
Saat ini, terdapat 14 perjalanan setiap hari yang melayani rute Merak–Rangkasbitung (pulang-pergi). Bagi para petani dan pedagang yang rutin menggunakan layanan ini, KAI menyediakan sistem registrasi kartu khusus di loket stasiun dengan syarat menunjukkan KTP.
"Kami ingin transportasi publik terhubung langsung dengan denyut ekonomi masyarakat sehari-hari, mulai dari sawah hingga ke perputaran ekonomi di pasar tradisional," tutup Anne.
Editor : Hany Akasah