Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Digitalisasi Ekosistem Katering Haji 2026, Kemenhaj Operasikan Sistem Pantau Real-Time untuk 1,19 Juta Boks Makanan

Hany Akasah • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:53 WIB
Petugas katering saat menyiapkan menu daging dengan standar kebersihan tinggi di salah satu dari 51 dapur penyedia di Makkah.
Petugas katering saat menyiapkan menu daging dengan standar kebersihan tinggi di salah satu dari 51 dapur penyedia di Makkah.

RADAR SURABAYA BISNIS – Transformasi besar tengah terjadi dalam manajemen logistik dan katering haji tahun 1447 H/2026 M. 

Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini beralih sepenuhnya ke ekosistem digital untuk mengelola rantai pasok makanan bagi ratusan ribu jemaah secara presisi dan efisien.

Bukan sekadar penyediaan konsumsi, langkah ini merupakan pembaruan masif di sektor manajemen data. Integrasi sistem mencakup pemantauan dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel yang tersebar di Makkah. 

Baca Juga: Wujudkan Operasional Pelabuhan yang Handal, TPK Berlian Perkuat Budaya K3 Ratusan Tenaga Kerja Bongkar Muat

Fokus utamanya adalah memastikan distribusi 1,19 juta boks makanan berjalan tanpa hambatan logistik melalui verifikasi layanan real-time.

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa digitalisasi ini memungkinkan pengawasan ketat mulai dari pencatatan distribusi hingga jumlah porsi yang diterima jemaah. 

"Sistem cerdas ini sangat membantu percepatan koordinasi dan penanganan kendala logistik di lapangan secara presisi," ungkapnya saat memberikan keterangan di Media Center Haji (MCH) Makkah.

Baca Juga: Alasan Utama Mengapa Jemaah Haji Bali dan NTT Pilih Embarkasi Surabaya

Dari sisi operasional bisnis katering, PPIH juga menerapkan standar gizi tinggi dengan penyesuaian cita rasa Nusantara. Selain menu utama, skema pemenuhan nutrisi tambahan berupa susu, buah-buahan, dan air mineral kini menjadi standar wajib harian.

Memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), tantangan logistik akan semakin meningkat. PPIH telah menyiapkan skenario distribusi khusus, di antaranya jaminan lima kali makan penuh selama wukuf di Arafah dan suplai hingga sepuluh kali makan selama di Mina. 

Inovasi digital ini diharapkan menjadi blueprint baru dalam pengelolaan logistik skala besar bagi pelayanan publik Indonesia di luar negeri.

Baca Juga: Dianggap Tertinggal 20 Tahun soal AI Pertahanan, Unesa Akan Datangkan Pakar AI dari Meta

Editor : Hany Akasah
#digital #Kemenhaj #jamaah #katering #haji