Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Mencekam di Tengah Samudra Atlantik, Jejak Horor Wabah Hantavirus Hantui Kapal Pesiar MV Hondius

Hany Akasah • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:19 WIB
Wabah Hantavirus serang kapal pesiar MV Hondius. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
Wabah Hantavirus serang kapal pesiar MV Hondius. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

 

RADAR SURABAYA BISNIS - Dunia kesehatan internasional tengah diguncang oleh laporan wabah Hantavirus mematikan di atas kapal pesiar mewah MV Hondius.

Kapal yang membawa sekitar 150 penumpang dan kru ini memulai pelayarannya dari Argentina pada awal April 2026, melintasi rute terpencil menuju Antarktika dan pulau-pulau di Samudra Atlantik Selatan.

Namun, perjalanan wisata ini berubah menjadi situasi darurat medis ketika satu per satu penumpang mulai jatuh sakit dengan gejala serupa.

Hingga awal Mei 2026, tercatat tiga orang dilaporkan meninggal dunia yang terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman, sementara sejumlah penumpang lainnya masih dalam kondisi kritis atau menjalani isolasi ketat.

Kronologi medis menunjukkan pola penyebaran yang cepat sejak awal pelayaran. Kasus pertama muncul pada 6 April 2026, melibatkan seorang pria dewasa yang mengalami demam dan diare sebelum akhirnya meninggal pada 11 April akibat gangguan pernapasan berat.

Kasus kedua terjadi pada kontak erat korban pertama, seorang perempuan yang mulai merasakan gejala pada 24 April saat turun di Saint Helena, hingga akhirnya meninggal di Johannesburg pada 26 April.

Pada hari yang sama (24 April), kasus ketiga seorang pria dewasa didiagnosis pneumonia dan dievakuasi ke Afrika Selatan, di mana hasil tes PCR pada 2 Mei mengonfirmasi positif Hantavirus.

Tragedi berlanjut pada 2 Mei saat kasus keempat, seorang perempuan dewasa, meninggal dunia setelah berjuang melawan pneumonia sejak akhir April.

Baca Juga: Tembus 147 Juta Orang, Inilah 3 Sektor yang Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja RI

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Dr. Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa meskipun fatalitas virus ini mencapai 40%, risikonya terhadap masyarakat umum tetap rendah karena pola penyebarannya berbeda dengan flu atau Covid-19.

Namun, WHO menaruh perhatian serius pada kemungkinan penularan antarmanusia, mengingat para korban memiliki kontak yang sangat dekat. 

"Kami mengetahui beberapa kasus memiliki kontak yang sangat dekat dan penularan dari manusia ke manusia belum bisa dikesampingkan," ujar Van Kerkhove.

Para ahli menduga kuat bahwa wabah ini melibatkan strain Virus Andes, varian langka asal Amerika Selatan yang dikenal sebagai satu-satunya jenis Hantavirus yang mampu menular antarmanusia dalam kondisi kontak erat.

Situasi di atas kapal saat ini berada di bawah kendali protokol kesehatan internasional yang ketat.

Seluruh penumpang diinstruksikan untuk tetap berada di dalam kabin guna mencegah penyebaran lebih lanjut, sementara tim medis dengan alat pelindung diri (APD) lengkap terus melakukan pemeriksaan. 

Investigasi internasional yang melibatkan para ahli dari Afrika Selatan, Senegal, dan Belanda masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi sumber pasti penularan, apakah melalui tikus di kapal atau penularan langsung antarmanusia. 

Pemerintah Spanyol sendiri masih menunda izin bersandar bagi MV Hondius di Kepulauan Canary hingga seluruh data epidemiologi selesai dianalisis.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah perawatan suportif bagi pasien di ICU dan pelacakan kontak erat. "Hantavirus tidak memiliki pengobatan khusus, sehingga yang diberikan adalah perawatan suportif dan penanganan gejala," pungkasnya.

Baca Juga: Dari Film Suzanna hingga Hollywood, Ini Kisah Pelukis Poster Bioskop Jadul Surabaya

Di tengah isolasi di laut lepas, tekanan psikologis mulai menghantui para penumpang yang bertahan. Melalui unggahan video yang viral, salah satu penumpang menyuarakan kepedihan mereka dan berharap segera mendapatkan kejelasan serta jaminan keamanan untuk pulang.

Saat ini, proses evakuasi medis menggunakan pesawat sedang diupayakan bagi kru yang mengalami gejala akut, sementara tim internasional dari WHO dan berbagai lembaga riset terus bekerja keras untuk mengunci sumber penularan dan memastikan wabah ini tidak meluas menjadi krisis kesehatan global. (nov/han)


Garis Waktu Kronologi Wabah (April - Mei 2026):

Editor : Hany Akasah
#hanta virus #MV Hondius #tikus #who #kapal pesiar