RADAR SURABAYA BISNIS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan langkah strategis dengan menyederhanakan nama salah satu layanan kereta api (KA) jarak jauh unggulannya. Mulai Sabtu, 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek resmi berganti identitas menjadi KA Anggrek.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa perubahan nama ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional dan matang bagi pelanggan. Meski mengalami penyederhanaan nama, pihaknya menjamin tidak ada penurunan kualitas layanan.
"Penyederhanaan nama ini dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada penumpang. Pelanggan tetap memperoleh layanan dengan standar yang telah ditetapkan," ujar Franoto dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Gus Ipul Bantah Photo Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu, Ini Tanggapan KPK
Makna Filosofis di Balik Nama 'Anggrek'
KAI menjelaskan bahwa penghilangan kata "Argo Bromo" bukan berarti meninggalkan sejarah panjang kereta tersebut. Sebaliknya, identitas baru ini membawa makna keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan. Bunga anggrek dipandang sebagai simbol kekuatan yang mampu bertahan dan tumbuh dalam berbagai kondisi.
"Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah," tulis akun resmi Instagram @kai121_.
Baca Juga: Purbaya Tanggapi APBN 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Melonjak Rp815 triliun
Nasib Tiket dan Operasional Penumpang
Bagi masyarakat yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek untuk keberangkatan tanggal 9 Mei 2026 dan seterusnya, KAI memastikan tiket tersebut tetap berlaku.
Perubahan nama ini tidak memengaruhi jadwal perjalanan, rute, maupun kelas pelayanan yang telah dipilih oleh penumpang sebelumnya.
Pihak KAI juga telah melakukan penyesuaian pada berbagai sistem pendukung, mulai dari sistem ticketing, media informasi di stasiun, hingga alat peraga di lapangan untuk memastikan transisi berjalan lancar tanpa membingungkan pelanggan.
Baca Juga: Kemenhaj Wajibkan Pembayaran Dam Lewat Jalur Resmi, Upaya Perkuat Transparansi Ekonomi Haji
Sebagai informasi, KA Argo Bromo Anggrek memiliki sejarah panjang selama 13 tahun sejak diluncurkan pertama kali pada 24 September 1997.
Transformasi menjadi KA Anggrek ini diharapkan semakin mendekatkan layanan transportasi kereta api yang aman dan nyaman di hati masyarakat Indonesia.
Editor : Hany Akasah