Tembus Pasar Jerman, Industri Manufaktur Indonesia Buktikan Kualitas Global lewat Ekspor Pipa Stainless Steel
Hany Akasah• Minggu, 3 Mei 2026 | 17:53 WIB
TUMPUKAN: Pipa stainless steel di pabrik manufaktur sebagai salah satu produk manufaktur internasional untuk diekspor.RADAR SURABAYA BISNIS – Industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan taringnya di kancah internasional melalui penguatan program hilirisasi.Salah satu capaian signifikan terlihat dari keberhasilan PT Stainless Prima Pipe yang melakukan ekspor perdana 20 ton pipa stainless steel ke Jerman pada akhir April 2026 lalu.Langkah ini bukan sekadar seremoni bisnis biasa, melainkan cerminan dari transformasi industri nasional yang mulai beralih dari penyedia bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah tinggi. Baca Juga: Pemerintah Subsidi Cicilan Rumah Rp600 Ribu per Bulan untuk Buruh, Petani hingga NelayanDirektur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad FS, menegaskan bahwa ekspor ini membuktikan ekosistem industri besi dan baja nasional semakin tangguh dan berkelanjutan.“Ekspor ini bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari proses memperkuat struktur industri secara keseluruhan. Produk yang dihasilkan kini telah mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor strategis, mulai dari industri makanan dan minuman, farmasi, hingga energi,” ujar Deden.PT Stainless Prima Pipe yang berbasis di Cikarang ini mengadopsi standar internasional yang ketat, seperti ASTM, 3A, dan EN 10357. Baca Juga: Spekulasi Minyakita Naik Gara-Gara B50, Mendag Budi Santoso Ungkap FaktaHal ini dilakukan untuk menembus pasar Eropa, khususnya Jerman, yang dikenal memiliki regulasi kualitas dan lingkungan yang sangat tinggi. Dengan kapasitas produksi mencapai 1.100 ton per tahun, perusahaan ini memposisikan diri sebagai pelopor produk pipa stainless steel hygienic dan heat exchanger di Indonesia.Direktur Utama PT Stainless Prima Pipe, Mustika Ali, menyebutkan bahwa momentum ini adalah bukti kemampuan manufaktur lokal bersaing dalam hal presisi dan daya tahan produk.Baca Juga: Permintaan Batu Bara RI ke Uni Eropa Melejit, Bahlil Lahadalia Ungkap Fakta Mengejutkan!Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus memberikan dukungan berupa fasilitasi promosi dan business matching untuk membuka jalan bagi pelaku usaha di pasar global.Ke depan, transparansi proses produksi dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan akan menjadi kunci utama bagi industri manufaktur Indonesia untuk terus berekspansi ke kawasan Eropa dan global. Transformasi ini membuktikan bahwa dengan kombinasi investasi teknologi dan penguatan sumber daya manusia, produk "Made in Indonesia" mampu diakui dan bersaing di level tertinggi.