Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pakar ITS Soroti Bahaya Perlintasan Sebidang usai Kecelakaan Bekasi Timur, Ini Solusinya

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:16 WIB
Pemandangan udara Flyover Kretek yang memisahkan jalur kendaraan darat dengan lintasan kereta api.
Pemandangan udara Flyover Kretek yang memisahkan jalur kendaraan darat dengan lintasan kereta api.

radarsurabayabisnis.id - Perlintasan sebidang kereta api kembali menjadi sorotan setelah insiden maut di dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4), yang menelan korban jiwa. Kecelakaan tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pertemuan langsung antara jalur kereta api dan kendaraan masih menyimpan risiko tinggi.

Pakar Transportasi Darat dari ITS, Prof. Ir. Hera Widyastuti, MT., Ph.D., menegaskan pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover maupun underpass menjadi solusi paling efektif untuk menekan angka kecelakaan.

“Selama ada titik pertemuan langsung antara arus kendaraan dan jalur kereta api, risiko kecelakaan akan selalu tinggi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kesadaran manusia,” ujarnya, Jumat (1/5).

Menurut Prof. Hera, perlintasan sebidang memiliki kelemahan dari sisi desain. Posisi rel kereta yang umumnya lebih tinggi dari permukaan jalan membuat kendaraan harus melintas dalam kondisi menanjak.

Baca Juga: Dirut KAI Ungkap Tiga Alasan Gerbong Wanita di Ujung, Imbas Kecelakaan Bekasi Timur

Kondisi tersebut dinilai rawan memicu kepanikan pengendara, bahkan berpotensi menyebabkan kendaraan mogok tepat di atas rel.

Selain itu, keamanan perlintasan sebidang masih sangat bergantung pada disiplin pengguna jalan dan fungsi palang pintu. Padahal, kereta api yang melaju hingga 110 kilometer per jam membutuhkan jarak pengereman panjang sehingga tidak bisa berhenti secara mendadak.

“Jika tujuan kita menghindari benturan, maka perlintasan tidak sebidang adalah jawaban utama,” tegas dosen Departemen Teknik Sipil ITS tersebut.

keBaca Juga: Imbas Kecelakaan, Sistem Keselamatan 1.800 Perlintasan Sebidang Kereta Api Akan Ditingkatkan

Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak pembangunan infrastruktur transportasi aman di Surabaya seiring rencana pengoperasian Surabaya Regional Railways Line (SRRL). Menurutnya, peningkatan frekuensi perjalanan kereta membuat pemisahan jalur menjadi kebutuhan mutlak.

Selain meningkatkan keselamatan, pembangunan flyover dan underpass juga dinilai mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang infrastruktur tangguh dan poin ke-11 mengenai kota berkelanjutan.

“Sudah saatnya wilayah padat penduduk menghapus perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#pakar ITS #kai #perlintasan sebidang #kecelakaan kereta api