Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rahasia Penjual Kerupuk dari Lamongan Naik Haji, Sempat Diamputasi Kini Dikaruniai Anak Lagi

Rahmat Sudrajat • Jumat, 1 Mei 2026 | 14:54 WIB
TERWUJUD: Impian Ahmad Ali Murtadho, 50, Pria asal Blimbing, Lamongan, yang sehari-hari berjualan kerupuk keliling berangkat Haji.
TERWUJUD: Impian Ahmad Ali Murtadho, 50, Pria asal Blimbing, Lamongan, yang sehari-hari berjualan kerupuk keliling berangkat Haji.

radarsurabayabisnis.id - Kerja keras, kesabaran, dan keyakinan mengantarkan Ahmad Ali Murtadho (50), penjual kerupuk keliling asal Blimbing, Lamongan, mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji. Setelah menabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun, Ahmad akhirnya berangkat ke Tanah Suci usai menunggu antrean haji selama 14 tahun.

Bagi Ahmad, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan penyempurnaan rukun Islam yang telah lama ia cita-citakan.

“Alhamdulillah saya bisa menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima. Bagi saya ini artinya agama saya sudah sempurna. Semoga saja ibadah ini diterima dan menjadi haji yang mabrur,” ungkap Ahmad di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat (1/5).

Baca Juga: Khofifah Jajaki Kerja Sama Jatim dengan Arab Saudi, Bidik Investasi hingga Logistik Haji

Perjalanan Ahmad menuju Tanah Suci tidak mudah. Sehari-hari, ia berjualan kerupuk keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Namun dari penghasilan sederhana itu, ia selalu menyisihkan uang untuk ditabung.

“Penghasilan sehari tidak tentu, kadang ada lebihnya Rp25 ribu, kadang sampai Rp50 ribu. Ada sisanya, pasti saya sisihkan untuk ditabung di celengan rumah. Itu saja yang saya lakukan setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga: Perjuangan Panjang Guru Honorer Bergaji 25 Ribu, Kini Bisa Berangkat Haji Bersama Istri

Ahmad mengaku sudah mendaftar haji sejak 2012. Keinginan berangkat muncul setelah melihat saudara dan keluarganya lebih dulu menunaikan ibadah haji. Meski sempat minder karena hanya seorang penjual kerupuk, ia percaya rezeki bisa datang dari mana saja.

“Sempat berpikir, kapan giliran saya? Lalu sadar, semua ini tergantung kehendak Tuhan saja,” tuturnya.

Cobaan berat sempat datang pada 2020. Ahmad terserang diabetes parah hingga harus menjalani amputasi. Kondisi itu justru membuat tekadnya untuk berhaji semakin kuat.

Baca Juga: Fakta Unik 43.625 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya, Mayoritas Petani dan IRT

“Saat sakit parah, saya berdoa semoga diberi kesempatan hidup sampai bisa berangkat. Takut kalau dipanggil duluan, berarti agama saya belum sempurna. Alhamdulillah, masih diberi kesehatan,” katanya.

Usaha kerupuk tersebut dijalani bersama sang istri. Sang istri bertugas menggoreng kerupuk, sementara Ahmad berkeliling menitipkan dagangan ke warung dan pasar.

“Yang di warung biasanya saya dapatnya Rp10 ribu, yang ke pasar Rp8 ribu. Apapun hasilnya kami syukuri,” papar bapak empat anak itu.

Keberangkatan Ahmad ke Tanah Suci pun membuat tetangga dan pelanggannya terkejut. Banyak yang tak menyangka penjual kerupuk keliling bisa berangkat haji.

Baca Juga: Makkah Route di Bandara Juanda Bikin Proses Haji Super Cepat, Imigrasi Cuma 1 Menit per Jemaah

“Banyak yang kaget, ‘kok bisa sampai berangkat haji?’. Saya jawab, semua ini rezeki dan kehendak Tuhan. Tidak ada yang bisa menolak karunia-Nya,” ungkapnya.

Menariknya, dua tahun setelah sembuh dari sakit berat, Ahmad dan istrinya kembali dikaruniai anak bungsu. Ia menganggap hal itu sebagai rezeki tak terduga dari Tuhan.

“Kami kaget ditambah rezeki anak padahal ekonomi seperti ini. Doa kami semoga anak ini tumbuh jadi orang baik,” tuturnya.

Kini Ahmad dan istrinya tergabung dalam Kloter 36 Embarkasi Surabaya dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Jumat (1/5) siang. Di balik perjuangan panjangnya, Ahmad hanya memiliki satu doa sederhana.

“Doa utama semoga iman diteguhkan dan kita semua meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Itulah yang dicari setiap manusia,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#kisah jamaah haji #kisah haru #jamaah haji jatim #haji #jamaah haji