Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dirut KAI Ungkap Tiga Alasan Gerbong Wanita di Ujung, Imbas Kecelakaan Bekasi Timur

Hany Akasah • Rabu, 29 April 2026 | 18:44 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) bersama Dirut PT KAI Booby Rasyidin (kedua kanan) memberikan keterangan tentang kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) bersama Dirut PT KAI Booby Rasyidin (kedua kanan) memberikan keterangan tentang kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

radarsurabayabisnis.id - Pasca insiden kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, posisi gerbong khusus wanita menjadi perhatian publik. Wacana pemindahan gerbong perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta pun mulai mengemuka demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang.

Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dievaluasi setelah tragedi yang terjadi di Bekasi Timur.

“Dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah.

Baca Juga: Imbas Kecelakaan KA Bekasi, 3 Perjalanan Kereta dari Daop 8 Ini Mendadak Dibatalkan

Menanggapi usulan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa penempatan gerbong wanita di bagian paling depan dan belakang rangkaian selama ini telah melalui sejumlah pertimbangan penting.

Standar Keselamatan Tidak Berdasarkan Gender

Menurut Bobby, KAI tidak pernah membedakan standar keselamatan berdasarkan gender. Keselamatan seluruh penumpang tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

“Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali. Dan, kami tidak membedakan gender laki dan perempuan,” ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, MTI Desak Perbaikan Sistem Keselamatan

Ia menjelaskan, terdapat tiga alasan utama di balik penempatan gerbong khusus perempuan di ujung rangkaian kereta. Pertama, untuk meminimalkan potensi pelecehan atau harassment terhadap penumpang perempuan. Kedua, memberikan kemudahan akses bagi wanita saat naik maupun turun kereta.

Memudahkan pengawasan

Selain itu, posisi di ujung rangkaian dinilai memudahkan pengawasan keamanan karena berdekatan dengan petugas penjaga kereta.

“Aspek pertama adalah supaya tidak terjadi yang namanya harassment. Yang kedua adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau para wanita juga. Yang ketiga adalah memberikan security yang lebih, karena itu kan lebih dekat dengan penjaga yang ada di ujung-ujung,” jelas Bobby.

Meski demikian, usulan pemindahan posisi gerbong wanita ke tengah rangkaian kini menjadi bahan evaluasi menyusul kecelakaan yang menelan banyak korban tersebut. Pemerintah dan KAI diharapkan dapat mengkaji ulang tata letak gerbong demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan seluruh penumpang kereta api.

Editor : Hany Akasah
#bekasi timur #kai #kecelakaan kereta api #Dirut KAI