radarsurabayabisnis.id - Sebanyak dua kloter pertama calon jemaah haji Embarkasi Surabaya tiba di Asrama Haji pada Selasa (21/4) pukul 11.15 WIB. Mayoritas jemaah berasal dari Kabupaten Probolinggo. Kedatangan mereka disambut suasana haru dan sukacita, setelah menanti kesempatan beribadah ke Tanah Suci.
Salah satu jemaah, Agus Prasetyo, yang berangkat bersama istrinya melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Nurul Haramain, mengungkapkan rasa syukur mendalam. Ia menekankan pentingnya persiapan fisik dan perlengkapan sesuai arahan pembimbing.
Baca Juga: Wajib Vaksin atau Gagal Berangkat! Sistem Arab Saudi Pantau Langsung Jemaah Haji Indonesia
“Persiapan fisik yang jelas. Persiapan barang-barang sesuai anjuran dan arahan dari bapak-bapak di KBIH,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan doa dan harapan yang akan dipanjatkan selama ibadah haji. Selain mendoakan keluarga, ia bertekad memohon keselamatan dan kesejahteraan bangsa. “Doa yang jelas untuk keluarga, ibu, bapak, anak, istri, semuanya. Jangan lupa kami doakan untuk Indonesia biar tenang,” tambahnya.
Baca Juga: Ini Dia Sosok Jemaah Haji Termuda dan Tertua di Embarkasi Surabaya, dari 14 hingga 105 Tahun
Setibanya di Asrama Haji, rombongan diarahkan menuju Gedung Mina untuk menjalani proses pendataan administrasi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Setelah itu, jemaah dipersilakan beristirahat di kamar masing-masing.
Kloter 1 dijadwalkan terbang ke Madinah pada Rabu (22/4) pukul 09.30 WIB, disusul kloter 2 pada pukul 13.55 WIB melalui Bandara Internasional Juanda. Total jemaah yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya mencapai 43.625 orang, termasuk dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
PPIH memastikan seluruh proses penerimaan jemaah berlangsung efisien, hanya sekitar 90 menit, tanpa seremonial. Kebijakan ini diambil agar jemaah memiliki waktu cukup untuk beristirahat sebelum menempuh perjalanan panjang ke Tanah Suci.
Editor : Hany Akasah